Dua Sarana Penyelamatan Evakuasi Tsunami, Di Kabupaten Pesisir Selatan Tidak Bisa Diabaikan

Realitakini.com-Pesisir Selatan
Dua sarana penyelamatan evakuasi tsunami, merupakan yang tidak bisa diabaikan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).Sebab sebagai daerah yang memiliki pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan Kepulauan Mentawai, daerah itu memiliki potensi bencana yang cukup besar seperti gempa yang disertai tsunami. Keberadaan shelter dan jalur evakuasi harus di siapkan.Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Lengayang, Rizal Mala 50, Jumat (8/7).

 hal ini dapat dilihat dari kondisi lapangan, sebab dengan garis pantai yang memanjang dari utara hingga ke selatan mencapai 264 kilometer, sebesar 30 persen penduduknya yang saat ini mencapai 546 ribu jiwa, berada pada zona merah tsunami,”katanya.

 12 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada, berbatasan langsung dengan pesisir pantai yang berhadapan dengan perairan laut Mentawai tersebut," ujarnya.Setidaknya pada kecamatan-kecamatan tertentu yang masuk pada zona merah gempa yang disertai tsunami, membutuhkan empat hingga lima shelter tempat evakuasi akhir (TEA) disamping itu juga tempat evakuasi sementara (TES) dengan meman faatkan kearifan lokal.

 Dia menjelaskan bahwa kehadiran shelter pada kawasan padat penduduk yang berada pada zona merah tsunami dengan daya tampung 2 ribu jiwa, merupakan kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan di daerah itu.

 "Terutama sekali pada kawasan atau pemukiman yang padat penduduk, seperti Kota Painan, Salido, Sago, Pasar Baru Bayang, Batang Kapas, Surantih, Amping Parak, Pasar Kambang, Pasar Lakitan, Koto Raya, Pulakek, Sumedang, Sungai Tunu Muaro Aia Jambu, Pasir Gantiang dan banyak lagi. Yang tidak memiliki daerah ketinggian. Sementara kawasan itu masuk pada zona merah tsunami," katanya.

"Keberadaan daerah ketinggian itu bisa dimanfaat kan sebagai shelter alami oleh masyarakat lokal.Namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah agar berbagai sarana dan prasarana penunjang bisaterjawab pada kawasan yang memiliki daerah ketinggian tersebut," tutupnya.(*Rk/kmf)

 

 

 

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama