Kepolisian Sudah Mengantongi Ciri-Ciri Pelaku Perampokan Di Rumdin Wali Kota Blitar.

Realitakini.com- Kota Blitar 
Perampokan di Rumah Dinas Walikota Blitar pada Senin (12/12) sekitar pukul 03.00 WIB.membuat geger Masyarakat Kota Blitar .Kapolres Blitar Kota menjelaskan, untuk kegiatan investigasi atau penyelidikan dalam kasus curas tersebut pihaknya bekerja sama dengan Polda Jawa Timur. Dimana langsung di pimpin Ditreskrimum dan Kabid Labfor, arti nya Kepolisian akan serius menangani kasus curas yang terjadi di Rumah Dinas Walikota Blitar.

“Saat ini Tim masih bekerja melakukan olah TKP, mohon doanya mudah-mudahan cepat dapat kita ungkap dan ada titik terang. Memang sudah ada beberapa ciri-ciri atau mungkin hasil dari olah cctv, tapi untuk kepentingan penyelidikan belum bisa kami sampaikan,” ungkap Kapolres.

Argowiyono juga menyampaikan bahwa prosesnya sudah di tingkatkan, dari Lidik menjadi sidik. Dari hasil cctv memang yang tampak terlintas dari cctv yang ada di jalan, pelaku menggunakan mobil plat merah. Namun plat merah mungkin juga pengalihan, belum tentu jenis yang sesungguhnya.

“Sedangkan kalau menurut keterangan saksi yang melihat samar-samar kendaraan yang di gunakan adalah jenis minibus, antara Inova atau Avanza. Mobil tersebut masuk melalui pintu depan setelah sebelumnya pelaku yang lain melumpuhkan penjaga lalu membuka pintu gerbang dan menutupnya lagi setelah mobil pelaku masuk,” jelas Kapolres.

Untuk cctv di dalam rumah, kata Kapolres itu bukan di rusak, tetapi decorder nya yang diambil. Kalau yang di kamar ada cctv, namun tidak tersambung karena area pribadi.

“Menurut pengakuan penjaga, Pelaku mengancam dengan senjata api dan kepada Walikota Blitar pelaku mengancam akan melukai istrinya. Kemudian minta di tunjukkan tempat barang berharga berada.” Beber Kapolres.

Saat kejadian, Lanjut Kapolres Walikota Blitar bersama istri disekap di dalam kamar diikat dan posisi terbaring di lantai. Kemudian saat ini, kata Kapolres walikota Blitar dan istri kondisi fisiknya baik-baik saja.

“Tetapi namanya shock dan trauma secara pyskologi ada, secara klinis fisiknya tidak apa-apa. Nanti akan kita mintai keterangan anggota di rumah Dinas Walikota, seperti asisten rumah tangga, dan petugas yang piket.” Tandasnya.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono sampaikan bahwa pihaknya akan memperbaiki sistem patroli. Seperti menjelang dini hari.

“Sebenarnya kalau dalam hal patroli kita sudah melakukan secara rutin, dan yang pertama mendatangi lokasi TKP adalah anggota unit Intel yang sedang sholat subuh dan mendengar teriakan minta tolong, tetapi ada waktu-waktu tertentu yang di manfaatkan pelaku dan kita akan tingkatkan patroli menjelang dini hari,” tutup Kapolres Blitar Kota.(edy)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama