Bupati Rusma Yul Amwar: Status Guru Penggerak Jangan Dianggap Eksklusif.

Realitakini.com-Passel 
Bupati Rusma Yul Anwar, dalam sambutan nya mengatakan, program guru penggerak ini merupakan tugas besar yang harus dilaksanakan oleh guru disamping tugas mengajar. Tugas ini, tentu tidak mudah. Pasti sulit,  membutuhkan daya juang tinggi, jangan pernah patah semangat, status guru penggerak jangan dianggap eksklusif. Karena, dalam program guru penggerak yang utama adalah kolaborasi.Hal itu di ungkapkan Bupati Rusma Yul Anwar dihadapan Wisudawan/Wisudawati Guru Penggerak Angkat an IV Kabupaten Pesisir Selatan, di Painan Covention Centre, Sabtu, (14/1) pagi. 

Pada kesempatan ini, Bupati Rusma Yul Anwar mendapatkan kehormatan untuk mengalungkan medali dan menyerahkan piagam kepada 110 orang Wisudawan/i program Guru Penggerak Angkatan IV Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2023 tersebut. 

inilah tanggung jawab yang paling diharap kan dari guru.Hal ini seiring dengan program  pemerintah, dalam upaya peningkatan SDM Guru dan kualitas pendidikan di Pesisir Selatan,”katanya.

"Sesuai Permendikbud Nomor 40 tahun 2020 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Bahwa Guru Penggerak dapat diangkat Sebagai Kepala Sekolah, untuk itu Bupati Mengucapkan Selamat Kepada Wisudawan/Wisudawati Guru Penggerak Pesisir Selatan Angkatan ke IV. Selanjutnya Status sebagai Guru Penggerak jangan hanya dijadikan ia sebagai jalur Karies untuk menjadi pengawas atau Kepala Sekolah. Karena, akan hilang ruhnya,"terang nya. 

Lebih lanjut Rusma Yul Anwar menjelaskan, pendidikan siswa jangan diisi dengan kemampuan secara intelektual saja, tapi butuh hal hal lain untuk melengkapinya. "Kearifan dan kehalusan budi pekerti, mestilah terpikirkan," ujarnya. Kecedasan inteletual dan  nilai nilai perlu diimplentasikan dalam mengajar. Tempat kan anak didik kita sama, sebagai manusia Sebab, antara kita hanya usia yang membeda kan. 

Bupati Rusma Yul Anwar mengatakan sangat apresiasi terhadap guru yang hari ini ikut diwisuda. "Untuk pembinaan SDM kedepan, tidak ada batasan ketika ada keinginan untuk menpai ," ucapnya. Dikatakan, semua potret pendidikan di Pesisir Selatan harus berubah. Untuk itu, pihaknya tidak ingin ada lagi toleransi jika tidak bisa memberi keteladanan. Sebab yang dibutuhkan adalah  bertanggug jawab. Dan, Harapan orang tua siswa, agar bisa dijawab dengan kesungguhan. 

"Tidak perlu pujian, kata-kata bagus. Tetapi perlu hasil yang bagus dari apa yang kita lakukan. Tentu butuh waktu. Kedepan, pastinya, harus ada perubahan dan semua standar pelayanan minimal di sekolah harus dituntaskan. Manakala, ada yang menuntut kwalitas, tidak perlu jawaban, tunggu saja hasilnya ,"imbuhnya (*RK)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama