IAI An Nadwah Kualatungkal Kembali Dikritik Mahasiswa, Ternyata Ini Pasalnya


Realitakini.com, Tanjabbar 
Kampus Institut Agama Islam (IAI) An nadwah Kualatungkal kini kembali dikritik oleh sejumlah Mahasiswa. Hal itu dikarenakan diduga telah menyalahi aturan Statuta di Perguruan Tinggi.

Sebelumnya, pihak Kampus telah mengambil semua fasilitas sekretariat Organisasi Internal Kampus dalam sepekan yang lalu. Kali ini, Mahasiswa kembali kritik soal Rektor cuti selama 3 bulan lamanya.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI An nadwah Kualatungkal, Muhammad Rafi, ia mempertanyakan aturan dan kebijakan soal dasar Kampus IAI An nadwah. Yakni, tentang pengambilan fasilitas atau sekretariat Organisasi Internal Kampus beberapa minggu lalu, dan cuti Rektor selama 3 bulan.

Hal itu secara langsung disampaikan oleh Rafi melalui Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan untuk meminta kejelasan dasar kebijakan Kampus soal pengambilan sekretariat Organisasi Kampus.

"Saat saya memenui Warek III, malah membuat saya bingung terkait jawaban yang dilontarkan oleh Warek III," ujar Rafi, kepada Realitakini.com, Senin (20/5/2024).

"Saat itu, malah Warek III tidak bisa menunjukan Statuta yang sesuai dengan aturan yang berlaku di Kampus. Anehnya lagi, Warek III beralasan tidak semua Mahasiswa yang berhak tau soal privasi Kampus atau yang sifatnya rahasia, hal ini memang saya anggap aneh," paparnya.

Hal tersebut, dengan tegas Rafi mempertanyakan apakah STATUTA kampus itu di rahasiakan bagi Mahasiwa?.

"Apa iya seorang Mahasiswa tidak berhak tau soal aturan Kampus. Kan aneh," tuturnya.

"Dan herannya lagi, Rektor Kampus saat ini sedang mengambil Cuti selama 3 bulan, kita juga mau tanya dari aturan mana Rektor bisa Cuti selama 3 bulan. Kita ingin tahu siapa yang memberi izin Rektor Cuti selama 3 bulan, kalau dengan cara begini berarti Rektor dan lainnya terkesan di Kampus semau- maunya saja mengambil kebijakan sendiri, yang tidak mengindahkan aturan didalam Statuta," tegasnya. 

Dikatakan Rafi, dalam penyampaian tempo hari pihak kami (Dema, red) telah memberikan surat permohonan permintaan Statuta yang berlaku, dan data seluruh mahasiswa IAI An Nadwah. Hal ini dilakukan agar bisa mengetahui jumlah data para Mahasiswa yang sudah bayar semester dan yang belum membayar uang semester.

"Hal ini kita lakukan dengan tujuan untuk menjadi bahan kajian kawan-kawan Pengurus Dema dan Organisasi lainnya. Namun, sangat disayangkan sampai saat ini sudah hampir dua pekan surat tersebut belum dapat jawaban dari Kampus IAI An Nadwah Kualatungkal," sebutnya.

"Kami hanya mengingatkan, jika dalam waktu dekat ini pihak Kampus masih juga tidak menjawab apa yang kami pinta, maka dalam waktu dekat ini kami akan mengadakan Aksi Demo di Kampus IAI An Nadwah Kualatungkal," timpalnya. (put)

Post a Comment

Previous Post Next Post