--> Kembangkan Wisata Pamuncak : Pokmas Desa Gadungan Blitar, Siapkan Destinasi Edukasi Baru Kolaborasi Agrowisata dan Pertanian Organik - Realita Kini

Realitakini.com-Blitar 
Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, tengah bersiap meng hadir kan Wisata Pamuncak, destinasi wisata edukasi yang meng gabungkan keindahan alam dan agrowisata. Berlokasi di kawasan tertinggi desa, tempat ini menawarkan panorama spektakuler Gunung Kawi dan Gunung Kelud dalam satu pandangan.Blitar Selasa (18/02/2025)

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Gadungan dan Nusa Patrialink, yang berkomitmen menjadikan kawasan ini ikon wisata edukasi berbasis pertanian berkelanjutan.

Owner Nusa Patrialink, Iskandar, mengungkapkan bahwa konsep utama Wisata Pamuncak adalah agrowisata berbasis edukasi. Salah satu daya tarik utama yang dikembangkan adalah kebun durian dan alpukat, yang tidak hanya menjadi pemandangan menarik tetapi juga mendukung ekonomi lokal.

“Selain kebun buah, kami juga akan mem bangun beberapa spot menarik agar wisatawan dari Blitar maupun luar daerah tertarik untuk datang,” ujar Iskandar, Selasa (18/2/2025).

Untuk mendukung pengembangan ini, infrastruktur dasar seperti akses jalan, listrik, dan air menjadi prioritas utama. Iskandar menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran yang cukup untuk memastikan proyek ini berjalan tanpa kendala.

Tak hanya fokus pada wisata, Kepala Desa Gadungan, Didit Setia Budi, menyatakan bahwa desanya juga bertekad menghidup kan kembali pertanian organik yang sempat vakum.

“Dulu kami pernah mengembangkan pertanian organik, tetapi terkendala pemasaran dan harga jual yang kurang kompetitif. Sekarang, kami ingin mencoba lagi dengan pendekatan baru,” ungkap Didit.

Untuk itu, desa akan memfokuskan tanam an kopi di bagian atas kawasan dan padi di bagian bawah. Sebagai langkah awal, mereka mulai memproduksi pupuk organik yang diharapkan dapat men dukung produktivitas pertanian.

Saat ini, desa masih dalam tahap pem belajaran dan mendatangkan pupuk dari Thailand untuk uji coba. Mereka juga menggandeng Noppakaow, seorang pakar pertanian dari Thailand, yang memberikan masukan berharga terkait cara pemanfaat an pupuk yang benar.

Dalam pertemuan dengan masyarakat setempat, Noppakaow menjelaskan bahwa Blitar sebenarnya memiliki sumber daya tanah dan air yang melimpah. Namun, banyak petani kurang memahami teknik pemupukan yang optimal.

“Banyak petani hanya memfokuskan pupuk di akar, sehingga nutrisi ke daun tidak maksimal. Akibatnya, meski pohon berbuah, rasanya kurang manis, kulitnya tebal, dan bijinya besar,” jelas Noppakaow melalui penerjemahnya.

Dengan penerapan teknik pertanian yang lebih efektif, Desa Gadungan berharap dapat meningkatkan kualitas dan daya saing hasil panen mereka.

Wisata Pamuncak bukan hanya akan menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga pusat pembelajaran pertanian organik dan agrowisata di Blitar. Dengan sinergi antara wisata dan pertanian, desa ini berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat setempat.

Dengan rencana matang dan dukungan berbagai pihak, Desa Gadungan siap menjadi contoh sukses pengelolaan wisata berbasis edukasi dan pertanian organik di Blitar. (edy )
 
Top