Terkait adanya keluhan calon pelanggan baru atas nama Tri Agustuti warga jalan Jawa Kelurahan Sukamerindu yang belum bisa terlayani, kepada media ini Direktur Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu Samsu Bahari mengatakan hal tersebut dikarenakan berdasarkan hasil survey lapangan, posisi pipa induk dilokasi yang akan dipasang sudah berada lebih kurang 2 meter di badan jalan.
"Artinya atas pertimbangan teknis untuk sementara permohonan calon pelanggan belum dapat dipenuhi, sebab jika ini harus kita pasang otomatis akan merusak jalan, dan kedepan apabila terjadi kebocoran untuk perbaikannya akan lebih sulit lagi," ungkap Samsu. Sabtu (24/5/2025).
Disamping itu Samsu menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan pernah menolak adanya pelanggan PDAM baru dengan catatan kondisi dilapangan dalam keadaan mendukung.
"Jujur kami dari Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu, tidak mau menolak satupun warga untuk berlangganan PDAM, sepanjang kondisi dilapangan mendukung atau memungkinkan," ujarnya.
Perlu diketahui, lanjut Samsu untuk pelayanan pemasangan baru diwilayah zona 1 dan 2 untuk sementara ditangguhkan dahulu.
"Dikarenakan pada wilayah tetsebut banyak keluhan warga terkait air PDAM kecil, tentunya dengan banyaknya keluhan tersebut kami melakuka analisa untuk daerah yang kami maksud diatas dan sementara waktu kami tangguhkan dulu untuk penambahan sambungan baru," tambahnya.
Lebih jauh Samsu menjelaskan bahwa wilayah tersebut tidak bisa menggunakan sistem grafitasi dikarenakan beda tinggi reservoir dengan daerah pelayanan masih tinggi daerah pelayan.
"Oleh sebab itu daerah tersebut menggunakan pompanisasi untuk sistem pendistribusian air ke pelanggan, tindak lanjut dari semua itu kami akan melakukan koneksi beberapa pipa distribusi ke pipa transmisi," jelasnya.
"Mohon doa nya, apa bila sistem distribusi sudah normal kembali, kami akan melayanani penambahan sambungan baru," sampainya.
Sedangkan pelayanan di wilayah zona 3, untuk sementara belum dapat ditambah.
"Dikarenakan kami menjaga pelayanan terhadap pelanggan existing, dan akan kami tambah sambungan baru ketika sistem pengolahan sudah normal kembali," tutupnya. (RK/Tim)
