Wali Nagari Sundata Utara, Nofriyan, S.Or, menyampaikan kondisi terparah terjadi di Jorong Mapun. Namun, hingga pukul 19.00 WIB debit air mulai berangsur surut.
“Air sudah mulai surut, tapi dampaknya cukup dirasakan warga,” ujarnya.
Menurut Nofriyan dampak meluap Batang Mapun tersebut, bendungan Batang Koto Panjang jebol dan sawah warga terendam dengan luas lahan masih dalam pendataan.
Kemudian, Ia menambahkan satu unit rumah milik Henra/Ermida terbawa arus, saat kejadian rumah tersebut kosong. Sejumlah isi rumah ikut hanyut, seperti perabotan, pakaian, tempat tidur, padi lima karung, serta 20 ekor ayam.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir cukup besar. Pemerintah nagari bersama warga masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan.
