--> Buyung Bertahan Hidup Dengan Lapau Kopi - Realita Kini

Realitakini.com-Agam,
Di tengah hiruk-pikuk  kenalpot dan klakson kendaraan dinas "Mobil Mewah" para pejabat di pusat pemerintahan daerah Kabupaten Agam, masih ditemukan warga ibu kota kabupaten yang hidup dalam keterbatasan. Salah satunya Yulisman Pilnandho alias Buyung (48), warga Dusun Pandakian, Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, yang tinggal bersama istri dan enam anaknya di rumah berdinding papan, beratap rumbia, dan beralaskan tanah.

Untuk tunaikan tanggung jawab sebagai kepala keluarga hari hari, Buyung mengandalkan lapau kopi sederhana yang dibangun atas dasar kepedulian warga sekitar yang bergotong royong tak tega dengan kondisi Buyung yang jauh dari kata layak.

Mirisnya lagi tak hanya untuk makan sehari-hari, penghasilan dari lapau kopi yang terbilang jauh dari kata cukup tersebut juga digunakan Buyung untuk menyekolahkan anak-anaknya, termasuk membiayai satu orang anak yang tengah menempuh pendidikan di Padang.

“Kami hanya bisa bertahan dari hasil lapau kopi itu. Sampai sekarang belum ada bantuan, padahal hidup kami sangat kekurangan,” ungkap Buyung dengan nada lirih, saat ditemui Realitakini.com dikediamannya Rabu  (1O/9) siang.

Hingga kini, Buyung mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah daerah maupun pemerintah nagari setempat. Padahal, kondisi ekonomi keluarganya sangat mengkhawatirkan dan mem butuhkan perhatian serius.

Situasi yang dialami Buyung menjadi potret buram kemiskinan di bawah kepemimpinan Bupati Agam, Benni Warlis. Warga mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil yang selama ini belum tersentuh bantuan, termasuk kepada Buyung, yang disebut-sebut sebagai salah satu pendukung pasangan Bupati dan wakil bupati "Benni Warlis dan Muhammad Iqbal" saat masa kampanye kemarin.

“Dimana perhatian dan kepedulian Benni Warlis, terhadap Buyung yang dulu termasuk pendukungnya..?” tanya salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Warga berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi nyata yang dialami masyarakat bawah, dan segera mengambil tindakan nyata untuk membantu keluarga-keluarga kurang mampu seperti Buyung agar bisa keluar dari jerat kemiskinan.(Bagindo)
 
Top