--> Kisah Tersembunyi Surau Balenggek: Jejak Leluhur Puan Maharani di Nagari Sabu - Realita Kini


Realitakini.com Tanah Datar
 - Sebuah bangunan tua yang menyimpan sejarah panjang berdiri di Jorong Sungai Ungkang, Nagari Sabu, Kecamatan Batipuh. Surau Balenggek, demikian masyarakat setempat menyebutnya, adalah saksi bisu hubungan keluarga seorang tokoh nasional, Puan Maharani, dengan Tanah Datar.

​Dari pantauan media pada Senin (22/09/2025), kondisi surau tersebut sangat memprihatinkan. Atapnya bocor dan strukturnya terlihat lapuk dimakan usia, menunjukkan bahwa surau ini membutuhkan perbaikan segera agar tidak roboh.

​Menurut cerita masyarakat dan dikonfirmasi oleh Wali Nagari Sabu, Edri Fauzen Dt Kayo, Surau Balenggek merupakan tempat asal Hamzathoen Roesyda, ibunda dari Taufiq Kiemas dan nenek dari Puan Maharani. Hamzathoen Roesyda, seorang putri asli Nagari Sabu, menikah dengan Tjik Agus Kiemas dari Muara Enim, Sumatera Selatan.

​Wali Nagari Edri Fauzen membenarkan adanya hubungan keluarga tersebut. "Berdasarkan cerita yang kami dengar, Hamzathoen Roesyda adalah ibunda Bapak Taufiq Kiemas, ayah dari Ibu Puan Maharani," ujarnya.

​Ia menambahkan, pada tahun 2003, Taufiq Kiemas diberi gelar Datuk Basa Batua oleh keluarga ibunya. Selama hidupnya, Taufiq Kiemas banyak memberikan bantuan, meskipun tidak terekspos ke publik.

​Menurut Edri, Puan Maharani sendiri sudah dua kali mengunjungi Surau Balenggek, yaitu pada tahun 2003 dan 2017.  Dan Kunjungan Bapak Giri Nazarudin kiemas Anggota DPR RI komisi II  tanggal 11 Agustus 2025 Kunjungan tersebut didokumentasikan dalam foto-foto bersama di depan surau. Namun, kini kondisi surau milik keluarga neneknya itu sudah rusak parah.

​"Memang kondisi surau tersebut sudah tua, dan atapnya sudah banyak yang bocor sehingga perlu perbaikan," pungkasnya. 

Kisah Surau Balenggek ini menunjukkan bagaimana jejak sejarah dapat terhubung dengan tokoh-tokoh penting di Indonesia.(**) 

Mailis J
 
Top