--> SMAN 1 Sungai Tarab Pulangkan Siswa Lebih Awal Setelah 8 Korban Kesurupan - Realita Kini


Realitakini.com Tanah Datar 

–Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sungai Tarab Tanah Datar mengambil tindakan penting dengan memulangkan seluruh siswa lebih awal menyusul insiden kesurupan massal yang melanda sekolah mereka, melibatkan dua guru Praktik Lapangan (PL) dan enam orang siswa, Sabtu (27/2025) 

Kepala Sekolah Febriorza  dalam kesempatan tersebut didampingi Bhabin Briptu Dicky Rahmadani, menjelaskan bahwa keputusan darurat ini diambil sebagai langkah pencegahan cepat agar korban tidak bertambah banyak, merujuk pada pengalaman serupa yang pernah terjadi di sekolah tersebut.

Pelajaran dari Masa Lalu: Mencegah Terulangnya Insiden 2012

​Kepala Sekolah secara spesifik menyebutkan bahwa tindakan cepat ini diambil dalam rangka "supaya tidak terjadi banyak korban  seperti kejadian kesurupan masal pada tahun 2012 lalu." 

Peristiwa masa lalu menjadi dasar evaluasi, menunjukkan bahwa pemulangan adalah cara paling efektif untuk menghentikan penularan histeria yang cepat dan menyeluruh.

"Kami tidak ingin kejadian tahun 2012 terulang, di mana korban yang terdampak jauh lebih banyak. Prioritas kami adalah memulihkan situasi secepatnya dan memastikan semua anak kembali ke rumah dalam kondisi aman," tegasnya.

Kepala sekolah menyatakan bahwa langkah pemulangan ini adalah strategi utama untuk mengantisipasi penularan histeria massa dan memastikan keamanan serta ketenangan lingkungan sekolah.

​“Ini adalah langkah darurat yang harus kami ambil. Fokus utama kami saat ini adalah mengembalikan ketenangan dan memastikan keselamatan seluruh siswa dan guru,” ujarnya. 

Penanganan Korban dan Rencana Lanjutan

​Sebelum dipulangkan, kedelapan korban dua guru PL dan enam siswa telah ditangani secara intensif oleh tokoh agama (non-medis) hingga sadar.

Langkah-langkah yang diambil sekolah saat ini meliputi setelah sebelumnya kepala sekolah berkoordinasi dengan pimpinanya. 

​Pemulangan Siswa: Seluruh siswa diizinkan pulang lebih awal untuk memecah kerumunan dan menghentikan penularan histeria massa. Setelah sebelumnya kepala sekolah berkoordinasi dengan pimpinannya dan koordinasi dengan Wali Murid atau Orang tua korban. 

​Evaluasi dan Pencegahan: Sekolah berencana menggelar doa bersama, zikir, dan pengajian sebagai bagian dari upaya penguatan mental dan spiritual siswa, serta "pembersihan" lingkungan sekolah, sejalan dengan keyakinan masyarakat setempat mengenai fenomena kesurupan.

Fenomena kesurupan massal di lingkungan sekolah, yang kerap dikaitkan dengan faktor stres, kelelahan, dan tekanan psikologis, akan menjadi fokus evaluasi internal pihak SMA 1 Sungai Tarab agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali dalam waktu dekat. (**) 


Mailis J

 
Top