Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat direncanakan akan berlangsung pertengahan bulan ini.
Tensi jelang Musorprov makin terasa. Masing-masing calon ketua KONI Sumbar periode 2024 - 2029 berburu dukungan dari Pengurus KONI Kab/Kota dan Pengprov cabang olahraga.
Bahkan ada bakal calon yang akan maju secara berpasangan, padahal yang dipilih pada Musorprov nanti hanya satu calon yang maju pada pemilihan. Itu pun sudah lulus verifikasi dan mendapat dukungan, bukan seperti pemilihan kepala daerah.
Maju dengan berpasangan, namun pada Musorprov hanya satu nama yang dipilih secara tidak langsung, ini membingungkan masyarakat dan pelaku olahraga Sumatera Barat. Sebab, sebelumnya hal ini tak pernah terjadi.
"Untuk calon yang maju hanya satu. Maju berpasangan bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI, karena dalam pemilihan ketua umum hanya Ketua Umum saja yang dipilih dan mendapat legitimasi," ujar tokoh olahraga Sumbar, Edwin Burhan yang saat ini menjabat Sekretaris Umum KONI Pasaman, Jumat (5/9/2025).
Ia menambahkan, untuk kepengurusan seperti sekretaris dipilih oleh Ketua Umum terpilih sebagai ketua formatur dan didampingi dua orang formatur atau lebih yang dipilih dalam Musorprov.
"Untuk mengisi struktur organisasi mulai dari Sekum, Waketum, dan lainnya merupakan pilihan ketua terpilih sekaligus ketua tim formatur dan anggota formatur," tutupnya. (Nurman)
