--> Pasaman Tetapkan Status Darurat Bencana Hingga 3 Desember 2025 - Realita Kini

Bupati Pasaman, Welly Suhery bersama OPD Pemkab Pasaman kunjungi korban banjir 
Realitakini.com -- Pasaman  
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (27/11/2025) hingga 3 Desember 2025.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Pasaman Nomor 188.45/325/BUP-PAS/2025, yang ditandatangani langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, usai rapat penanggulangan bencana di Ruang Rapat Bupati.

Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan harus bergerak cepat, terpadu, dan disiplin dalam penanganan bencana.

"Saya tegaskan, ini bukan bencana yang ditangani setengah -setengah.
Semua bergerak, semua bertanggungjawab. Tidak ada batas kewenangan antar OPD atau instansi, Pasaman ini kita jaga bersama," ujarnya .

Ia juga mengingatkan agar penggunaan peralatan dan logistik dilakukan secara tertib dan akuntabel.

"Setiap barang yang keluar untuk penanganan bencana harus jelas, terdata, dan dipertanggung jawabkan," ungkapnya.

Bupati berharap seluruh pihak seperti OPD, Polri, dan TNI dapat bersinergi dan bekerja sama secara maksimal.
Menurutnya, dalam situasi ini hanya ada satu sikap yang harus dikedepankan, yakni gotong royong dan kerja bersama.

Asisten I, Teddy Marta, menyampaikan bahwa Kecamatan Bonjol menjadi salah satu wilayah yang mengalami banjir cukup parah, terutama di kawasan Kumpulan.

" Ada warga yang dievakuasi ke Masjid, dan sebuah jembatan gantung dilaporkan putus," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pasaman, Dedi, melaporkan bahwa bantuan darurat telah disiapkan dan siap disalurkan. Bantuan tersebut terdiri dari 70 kasur, 30 selimut, makanan siap saji, makanan anak, tenda darurat, hingga mobil dapur umum.

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi untuk memperkuat kebutuhan logistik.

Kemudian, Kepala Dinas PU memastikan bahwa alat berat seperti ekskavator mini serta kendaraan mobilisasi telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi dan pembersihan material.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Prasetyo, menyampaikan belum ada dampak signifikan terhadap sektor pertanian.

"Di Rao Selatan memang ada genangan banjir, tapi sawah baru berusia dua Minggu tanam, sehingga saat ini belum ada kerusakan serius," jelasnya.

Seterusnya Plt Kepala Dinas Pendidikan, Gunawan, turut melaporkan bahwa sejumlah sekolah terdampak banjir dan pohon tumbang. Seluruh sekolah yang berada di bawah kewenangan kabupaten telah diliburkan dan menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Akses ke sekolah di Kuamang, Panti, juga dilaporkan terputus akibat banjir.

Dari unsur keamanan, Polres Pasaman memastikan seluruh personel dan peralatan berada dalam kondisi siaga penuh. Kodim 0305 Pasaman juga menegaskan kesiapan mereka membantu penanganan bencana di lapangan.

Baznas Pasaman menyatakan siap menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak dengan sistem by name by address, guna memastikan ketepatan penerima manfaat.

Dengan status tanggap darurat yang telah ditetapkan, Pemkab Pasaman kini mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat. (Nurman)

 
Top