Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Imbral, berlangsung sederhana namunsarat makna. Acara dibuka dengan pembacaan Al-Fatihah untuk mendoakan para korban bencana yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Kesederhanaan peringatan ini, menurut Imbral, adalah bentuk penghormatan serta solidaritas terhadap masyarakat yang sedang berduka.
Dalam sambutannya, Imbral menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas tertinggi. Ia menyatakan bahwa DPRD siap mengawal kebijakan Pemko dalam proses pemulihan, mulai dari mitigas i, penanganan pengungsi, hingga relokasi rumah warga yang berada di zona merah. Menurutnya, DPRD akan memastikan tidak ada proses bantuan yang tersendat atau tertunda.
“Kita menghadapi masa yang berat. Karena itu, DPRD dan Pemko harus berjalan seiring dan seirama. Semua kebijakan harus berorientasi pada keselamatan dan kepentingan masyarakat. Tidak boleh ada yang bekerja sendiri-sendiri,” tegas Imbral.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Hendri Arnis beserta jajaran Pemko yang bekerja cepat sejak hari pertama bencana terjadi. Respons cepat, koordinasi lintas instansi, serta kerja keras aparatur di lapangan dinilai menjadi kunci mempercepat proses evakuasi dan layanan kepada para pengungsi.
Menurut Imbral, sinergi eksekutif dan legislatif sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. DPRD, kata dia, siap memberikan dukungan melalui kebijakan anggaran serta pengawasan untuk memastikan setiap program penanganan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hendri Arnis juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD yang terus memberikan dukungan penuh. Menurut Wako, kolaborasi Pemko dan DPRD sangat berpengaruh pada kelancaran proses penanganan bencana hingga perencanaan relokasi warga.Wako menjelaskan bahwa Pemko telah menyiapkan delapan unit Rusunawa sebagai tempat tinggal se mentara bagi warga yang rumahnya hanyut atau berada di zona merah. Langkah ini, katanya, merupa kan solusi cepat untuk menjamin keselamatan warga sebelum penataan jangka panjang dimulai.
Warga yang terdampak diimbau segera melapor ke lurah dengan membawa dokumentasi kerusakan untuk proses pendataan. Menurut Wali Kota, data yang akurat sangat dibutuhkan agar Pemko dan DPRD dapat merumuskan kebijakan bantuan yang tepat dan tidak tumpang tindih.
Imbral menegaskan bahwa DPRD akan mengawal penuh proses pendataan tersebut. Ia meminta seluruh lurah dan perangkat kecamatan bekerja cepat dan transparan, mengingat data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan pemerintah.
Selain penanganan bencana, DPRD juga menyoroti pentingnya memperkuat sistem mitigasi dan kesiap siagaan bencana. Imbral menyebut bahwa musibah ini menjadi pengingat bahwa Padang Panjang harus memperkuat tata ruang, sistem peringatan dini, serta edukasi kebencanaan bagi masyarakat.
DPRD, kata Imbral, siap mendukung penyusunan regulasi dan penyesuaian anggaran yang diperlukan untuk memperkuat mitigasi bencana jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pembelajaran dari bencana ini harus diambil sebagai pijakan untuk pembangunan yang lebih aman.
Pada sisi lain, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, turut memberikan apresiasi terhadap sinergi kuat antara DPRD dan Pemko Padang Panjang. Ia menilai fondasi sosial dan pemerintahan kota ini sudah cukup solid untuk menghadapi masa pemulihan.
Rapat Paripurna yang berlangsung tanpa hiburan ini memberikan pesan penting bahwa peringatan HJK 235 bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dan legislatif dalam melindungi masyarakat. Semua pihak sepakat bahwa pemulihan pascabencana menjadi prioritas utama.
Imbral mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kuat dan menjaga semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas Padang Panjang. Ia percaya bahwa dengan kolaborasi antara DPRD, Pemko, dan masyarakat, kota ini akan mampu bangkit lebih cepat dan lebih tangguh.
Hadir pada kegiatan tersebut Wali Kota Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsurForkopimda , Sekretaris Daerah Sonny Budaya Putra, Anggota DPRD Provinsi Sumbar Erick Hamdani, mantan Wakil Wali Kota, serta para kepala OPD.
Melalui momentum HJK 235, DPRD Kota Padang Panjang menegaskan kembali komitmen untuk terus bekerja bersama Pemko demi keselamatan, pemulihan, dan masa depan Padang Panjang yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Heri)

.jpeg)