Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, mendesak percepatan perbaikan ruas jalan lintas dan pengaturan antrean BBM di sejumlah SPBU menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 di Provinsi Riau, Kamis (18/12/2025) di Gedung Balai Serindit, Pekanbaru sebagai upaya memastikan keselamatan, kelancaran mobilitas, dan stabilitas daerah selama periode libur akhir tahun.
Rapat strategis tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan, S.I.K., M.Hum., unsur TNI yang diwakili Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Danrem 031/Wira Bima, Danlanal Dumai, jajaran Forkopimda Provinsi Riau, pimpinan lembaga peradil an, para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, BUMN/ BUMD , dunia usaha, serta tokoh agama dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Dalam forum koordinasi tersebut, Wakil Bupati Jhony Charles secara tegas dan komprehensif me- nyampaikan berbagai isu strategis yang memerlukan atensi lintas sektoral, khususnya menyangkut kondisi infrastruktur jalan lintas yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat selama masa Natal dan Tahun Baru.
Wakil Bupati menekankan bahwa kondisi aktual sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Rokan Hilir tidak sepenuhnya sejalan dengan paparan teknis yang disampaikan sebelumnya. Ia secara khusus me nyoroti ruas Mahato–Simpang Menggala, termasuk kawasan Simpang Brimob, yang saat ini mengalami kerusakan berat dengan lubang jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan dan memicu kemacetan panjang dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, Wakil Bupati juga menggarisbawahi kondisi ruas Simpang Balang–Simpang Batang,Simpang Batang–batas Kota Dumai, hingga Simpang Batang–Simpang Bangko, yang meskipun lubang jalannya relatif kecil, namun memiliki kedalaman signifikan dan telah menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan intervensi cepat dan penanganan teknis segera, mengingat ruas tersebut merupakan jalur lintas provinsi yang vital.
Dalam konteks pengendalian sosial dan stabilitas daerah, Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir telah mengambil langkah-langkah preventif, di antaranya melalui inspeksi mendadak (sidak) pasar bersama pihak terkait dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) guna me njaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Selain itu, Pemkab Rohil telah mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan, menghindari konvoi dan penggunaan petasan, serta mengajak rumah ibadah menjadikan momentum tahun baru sebagai sarana doa bersama, sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di wilayah lain yang terdampak bencana.
Perhatian khusus juga disampaikan Wakil Bupati terkait antrean BBM di sejumlah SPBU di Rokan Hilir yang berdampak langsung terhadap kemacetan jalan lintas provinsi. Ia meminta adanya kebijakan afirmatif bagi kendaraan layanan darurat, khususnya ambulans, agar tidak diwajibkan mengikuti antrean umum dalam kondisi kegawatdaruratan.
Tak hanya itu, Wakil Bupati turut menyoroti kondisi jalan tol Pekanbaru–Dumai yang tengah dalam tahap perbaikan. Ia meminta agar pengaturan lalu lintas di titik-titik pekerjaan dapat disederhanakan dan diperjelas, terutama pada malam hari, guna meminimalisasi risiko kecelakaan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 merupakan agenda strategis nasional dan daerah yang harus di laksanakan dengan pendekatan kolaboratif, terintegrasi, dan berbasis mitigasi risiko. Pemerintah Provinsi Riau, kata dia, berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan masyarakat, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, serta terjaganya stabilitas pasokan pangan dan energi selama periode Natal dan Tahun Baru.
Syahrial Abdi juga memaparkan bahwa Provinsi Riau saat ini berada pada puncak musim hujan, dengan puluhan kecamatan dan desa berstatus rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, seluruh pos pengamanan dan posko terpadu diminta berfungsi optimal sebagai pusat kendali lapangan, didukung sistem peringatan dini BMKG, kesiapan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta dukungan alat berat dari Dinas PUPR.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh jajaran Kodam XIX Tuanku Tambusai, yang menyatakan kesiapan personel dan satuan dalam mendukung pelaksanaan Operasi Lilin secara terpadu di seluruh wilayah Provinsi Riau.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan bahwa Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 akan dilaksanakan selama 14 hari, dengan pengamanan terhadap lebih dari 1.700 objek vital, didukung pendirian pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di jalur transportasi, pusat ibadah, kawasan wisata, serta sentra keramaian. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama, baik dalam kondisi normal maupun situasi darurat akibat cuaca ekstrem.
Kapolda juga mengajak seluruh kepala daerah dan pemangku kepentingan untuk menahan kegiatan perayaan yang bersifat seremonial berlebihan, serta menggantinya dengan doa bersama sebagai bentuk empati terhadap daerah-daerah yang terdampak bencana.
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 secara resmi dibuka olehKapolda Riau, sebagai penanda dimulainya rangkaian persiapan terpadu pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Provinsi Riau. ( Mctr- RK)
