Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis turut berperan aktif dalam pemecah an Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Melayu di Provinsi Riau. Kegiatan ini digelar pada Ahad, 11 Januari 2026, di sepanjang jalan Gajah Mada diinisiasi Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau.
Kegiatan budaya berskala provinsi tersebut diikuti oleh seluruh GOW kabupaten/kota seProvinsi Riau dengan total peserta mencapai 6.000 penari, sehingga berhasil memecahkan rekor MURI. Ribuan penari tampil serentak membawakan Tari Zapin dengan balutan kebaya laboh kekek sebagai simbol keanggunan, kesopanan, dan identitas budaya Melayu.
Ketua BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto dalam sambutannya menegaskan pelestarian budaya Melayu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ikhtiar kolektif untuk menjaga keharmonisan sosial, martabat adat, dan nilai-nilai agama.
“Pelestarian budaya Melayu hanya dapat terwujud melalui kebersamaan dan gotong royong. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dengan kesungguhan, kemandirian, dan solidaritas, organisasi wanita mampu menggerakkan agenda kebudayaan tanpa membebani anggaran pemerintah,” ujarnya.
Ketua BKOW juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung ter selenggara nya kegiatan tersebut. Andias menyebut pelaksanaan kegiatan dilakukan tanpa menggunakan dana pe merintah, melainkan melalui kemandirian, kreativitas, dan solidaritas organisasi wanita.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Harianto mengapresiasi peran strategis organisasi wanita dalam menjaga dan menghidupkan kebudayaan daerah. Ia menegaskan bahwa Tari Zapin mer upakan salah satu warisan budaya Melayu yang memiliki nilai historis, religius, dan sosial, sehingga harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
Pada kesempatan tersebut Tari Zapin yang ditampilkan berakar dari Zapin Meskom, sebuah varian Tari Zapin khas Desa Meskom, Kabupaten Bengkalis. Zapin Meskom dikenal sebagai representasi budaya Melayu pesisir Bengkalis yang sarat dengan nilai kesederhanaan, kekompakan, dan keselarasan gerak, serta tumbuh dari tradisi Islam dan adat Melayu yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.
GOW Kabupaten Bengkalis dipimpin langsung oleh Ketua Ira Vandriani, dengan melibatkan 32 peserta gabungan dari berbagai organisasi wanita di Kabupaten Bengkalis. Keikutsertaan ter sebut merupakan wujud komitmen nyata dalam mendukung pelestarian budaya daerah di tingkat provinsi ditambah -- dengan hadirnya langsung Ketua PKK Kabupaten Bengkalis Siti Aisyah serta pejabat di lingkupPemkab Bengkalis.
Keseriusan peserta asal Bengkalis tercermin dari persiapan yang dilakukan secara intensif me lalui latih an rutin sebelum pelaksanaan kegiatan. Persiapan tersebut ditujukan untuk menampi lkan Tari Zapin ter baik yang tidak hanya menonjolkan keseragaman gerak dan irama, tetapi juga mencerminkan nilai filo sofis Zapin Meskom sebagai identitas budaya Melayu Bengkalis.
Pemecahan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek ini tidak hanya menjadi pencapai an nasional, tetapi juga menjadi simbol kuat kebangkitan budaya Melayu di Riau.Melalui kegiatan ini, ditegaskan kembali bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen daerah, agar warisan budaya Melayu tetap hidup, ber kembang , dan bermakna lintas generasi. ( Kmf- RK)
