--> Ribuan Jamaah Padati Kampung Coklat Kademangan, THR dan Pengajian Ramadhan Jadi Magnet Tahunan - Realita Kini

Realitakini.com-Blitar 
Pagi itu, udara di kawasan Kampung Coklat terasa berbeda. Bukan hanya aroma cokelat yang biasanya menguar dari pusat wisata edukasi tersebut, tetapi juga lantunan doa dan ayat suci yang mengalun ber sahut-sahutan, Sabtu,(28/02/2026)

Ribuan jamaah memadati area halaman utama sejak pagi hari. Mereka datang dari berbagai penjuru Blitar Raya, bahkan luar daerah, untuk mengikuti pengajian rutin Ramadhan sekaligus menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari manajemen Kampung Coklat.Owner Kampung Coklat, H. Kholid Mustofa, menyebut kegiatan ini bukan agenda dadakan, melainkan tradisi yang telah mengakar.

“Kalau hari-hari biasa selalu ada sarapan pagi. Nah, selama puasa ini kita tidak membagikan sarapan atau makan pagi, sehingga kita ganti dengan sedekah yang kita berikan mungkin di minggu kedua atau ketiga Ramadan,” ujarnya.

Tradisi berbagi itu, kata dia, justru semakin menguat tiap tahun. Antusiasme jamaah terus meningkat. Tahun ini, jumlah peserta diperkirakan menembus 7.000 orang.

“Alhamdulillah hari ini luar biasa banyak jamaah. Setiap tahun semakin bertambah. Kurang lebih sekitar 7.000, mudah-mudahan ini ada tambahan. Kelihatannya lebih banyak hari ini,” ungkapnya.

Bukan hanya warga Kecamatan Kademangan. Jamaah terlihat datang dari Bakung, Wates, Wonotirto, Kota Blitar hingga Kabupaten Tulungagung. Mereka rela datang sejak pagi, sebagian membawa keluarga,  sebagian lagi rombongan majelis taklim.Di sudut lain, anak-anak tampak duduk rapi meng ikuti rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan. Program ini sudah berjalan tiga tahun terakhir, memanfaat kan fasilitas ruangan yang dimiliki Kampung Coklat.

“Kita ada kegiatan Pondok Ramadhan, sudah tiga tahun terakhir ini. Karena fasilitas ruangan banyak, dan karyawan kita juga banyak lulusan pondok, maka kita manfaatkan selama bulan Ramadhan untuk kegiatan ini,” jelasnya.

Kegiatan tersebut tak sekadar pembagian THR. Ada nilai kebersamaan yang tumbuh pelan tapi kuat. Wisata yang biasanya identik dengan edukasi dan rekreasi, selama Ramadhan berubah menjadi ruang spiritual dan sosial.

“Mudah-mudahan niat baik dan kegiatan ini mendapat ridho Allah dan memberikan manfaat kepada masyarakat, dan juga Kampung Coklat ke depannya semakin besar dan semakin bermanfaat,” katanya.

Di tengah hiruk-pikuk ekonomi dan kesibukan Ramadhan, Kampung Coklat memilih berbagi sebagai cara bertumbuh. Dan pagi itu, ribuan orang menjadi saksi bahwa keberkahan sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana: doa bersama dan tangan yang saling memberi.(*)
 
Top