--> Warga Babadan Terancam Kikisan Sungai Lekso, Warga Babatan Blitar Mengadu Ke Komisi IIl DPRDKabupaten Blitar - Realita Kini

Realitakini.com-Blitar 
Kondisi Sungai Lekso yang terus mengikis bantaran sungai di wilayah Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, membuat warga setempat merasa waswas. Puluhan rumah dilaporkan berada dalam zona rawan longsor akibat perubahan alur sungai yang semakin mendekati permukiman. Blitar selasa (10/02/2026)

Perwakilan warga Babadan, Mustofa (45), menyampaikan bahwa kondisi tersebut sudah sangat meng khawatirkan dan mengancam keselamatan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Sungai Lekso sebenarnya sangat bermanfaat, tapi sekarang alirannya justru mengancam karena terjadi pengikisan yang bisa membahayakan rumah dan jiwa warga,” ujarnya.

Menurut Mustofa, usulan normalisasi sungai sudah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Namun karena kewenangannya berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), proses penanganan membutuh kan koordinasi lintas instansi.

“Alhamdulillah, aspirasi warga sudah disampaikan melalui dewan, dan OPD terkait juga hadir. Semua sepakat bahwa ini kondisi darurat dan perlu segera ditangani. Hari ini lokasi juga langsung ditinjau,” katanya.

Ia menyebut, dampak pengikisan sangat terasa, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dari hulu hingga hilir. Baik rumah di lahan petok maupun yang sudah bersertifikat, semuanya tetap terancam.

“Sekarang jarak sungai dengan rumah warga sudah sangat dekat, bahkan ada yang sudah masuk halam an. Arusnya deras, bukan hanya meluap, tapi mengikis tanah sampai longsor. Di atas bantaran itu sudah banyak rumah,” jelasnya.

Berdasarkan pengamatan warga, pengikisan tebing sungai diperkirakan sudah mencapai sekitar 150 hingga hampir 200 meter dari posisi alur semula. Wilayah terdampak meliputi beberapa kelurahan, seperti Babadan, Beru, Tanggul, hingga ke arah selatan. Namun yang paling rawan saat ini berada di Kelurahan Babadan, dengan sekitar 50 kepala keluarga berada di zona ancaman.

Sementara itu, pihak BBWS menyatakan akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Ariyanto selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) OP Japanan 2 BBWS, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung turun ke lokasi bersama instansi terkait.

“Kemarin kami sudah menyampaikan surat, dan hari ini kami bersama BBWS dan Dinas PU meninjau langsung lokasi yang dikeluhkan masyarakat.Mudah-mudahan ke depan ada tindak lanjut agar masyarakat bisa tenang,” ujarnya.

Menurut Ariyanto, normalisasi sungai akan difokuskan pada pengembalian alur sungai seperti semula, serta pembangunan tanggul untuk melindungi permukiman warga.

“Prinsipnya normalisasi ini untuk mengembalikan alur sungai seperti semula dan membuat tanggul,agar masyarakat merasa aman. Untuk teknisnya, kita lihat dulu kondisi lapangan,” katanya. Terkait penyebab kerusakan, Ariyanto menilai faktor alam menjadi salah satu penyebab utama, meng ingat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.

“Sungai itu sifatnya hidup, alirannya bisa berubah mengikuti kondisi. Apalagi belakangan ini cuaca cukup ekstrem, sehingga banyak kejadian banjir,” jelasnya.Ia juga menegaskan bahwa secara kewenang an, beberapa anak sungai berada dalam pengelolaan Perum Jasa Tirta. Namun jika diperlukan, BBWS siap mengambil alih penanganan.

Dengan adanya peninjauan langsung dari BBWS dan instansi terkait, warga berharap normalisasiSungai Lekso dapat segera direalisasikan sebelum kondisi semakin parah dan menimbulkan korban. (*)
 
Top