Realitakini.com, Sawahlunto - Dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H.,sebanyak 128 personel gabungan dari Polres Sawahlunto, Ditkrimsus, dan Tipidter Polda Sumbar melaksanakan operasi besar-besaran tambang ilegal, Rabu (11/3) dinihari.
Menurut Kapolres, langkah ini bukan sekadar operasi rutin, melainkan sebagai upaya untuk membuktikan kehadiran Polres Sawahlunto yang selalu siap hadir ditengah masyarakat.
Dalam operasi ini, tim gabungan yang diterjunkan melakukan observasi mendalam di medan yang menantang sebelum akhirnya mengepung tiga titik lokasi, yang diduga kuat menjadi pusat aktivitas tambang liar.
Meski saat penyergapan para pelaku tidak ditemukan di tempat, sebut Kapolres, jejak peralatan penambangan berupa box penyaring emas serta pondok-pondok semi permanen, masih diteumkan di bantaran Sungai Ombilin.
Sebagai bentuk tindakan nyata dan pemberian efek jera yang tak bisa ditawar, AKBP. Simon memerintahkan pemusnahan seluruh sarana ilegal tersebut di lokasi.
Akubarnta, tampaj api membumbung tinggi melahap fasilitas penambangan liar sebagai simbol pembersihan wilayah Sawahlunto dari praktik merusak alam.
"Untuk box penyaring emas dan pondok, kami musnahkan dengan cara dibakar sebagai efek jera di tiga lokasi," ujar Simon, dengan nada tegas saat berbicara kepada wartawan di tengah lokasi penindakan.
Area tersebut kini telah disterilkan dengan pemasangan garis polisi (police line) serta spanduk peringatan keras bertajuk Stop Ilegal Mining. Spanduk itu secara gamblang mencantumkan ancaman Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Minerba, yang menegaskan bahwa pelaku penambangan tanpa izin diancam pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda fantastis hingga 100 miliar rupiah.
Kehadiran jajaran Direktorat kriminal khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K., M.Hum., bersama dengan jajaran Pemerintah Kota dan DPRD Sawahlunto di lokasi menunjukkan bahwa langkah serius dalam menjaga lingkungan.
Kapolres Sawahlunto menegaskan bahwa setiap jengkal tanah dan aliran sungai di Sawahlunto harus dilindungi dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab.
Penindakan ini, imbuh AKBP. Simon, adalah bukti komitmen nyata Polres Sawahlunto dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum demi masa depan kota.
AKBP. Simon Yana Putra juga memastikan bahwa pengawasan akan terus diperketat, dan tidak akan ada ruang bagi oknum yang melakukan penambangan secara ilegal.
"Tidak ada yang kebal hukum. Semua yang melanggar aturan akan kita tindak tegas dan kami juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran," tandasnya, mengakhiri. (ap)
