Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerbitkan Surat Edaran tentang Pe- nyelenggaraan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi guna memastikan perayaan Lebaran di Sumbar berlangsung khusyuk, aman, tertib, serta tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman dan budaya Minangkabau.
Edaran bernomor 451/103/Kesra-2026 yang ditandatangani pada 11 Maret 2026 tersebut ditujukan kepada bupati dan wali kota, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, masyarakat, serta pengurus masjid dan mushalla se-Sumatera Barat.
Gubernur Mahyeldi menegaskan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H tetap mengacu pada keputusan Pemerintah Pusat melalui Menteri Agama Republik Indonesia.
“Kita berharap seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan, tertib, serta tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan dan budaya yang menjadi kekuatan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi di Padang, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, kegiatan takbiran keliling tetap diperbolehkan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban masyarakat. Pemerintah daerah juga diminta mengatur pelaksanaannya agar tidak menimbul kan gangguan ketertiban umum, termasuk menghindari penggunaan perangkat suara secara berlebihan.
Gubernur juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota untuk bersama masyarakat menyelenggara kan kegiatan halal bihalal sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat kebersama an di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Mahyeldi meminta seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kel ancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri. Dinas Perhubungan, kepolisian, serta instansi terkait di minta bersinergi dalam mengatur lalu lintas serta menjaga keamanan selama masa libur Lebaran.
“Momentum Idul Fitri harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan, sekakali lgus memastikan masyarakat dapat merayakan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Gubernur juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kepeduli an sosial, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia mengimbau masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk berbagi dengan fakir miskin, anak yatim, serta kaum dhuafa.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat memberikan perhatian kepada warga yang terdampak ben cana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera Barat pada akhir November tahun 2025 lalu.
Mahyeldi juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak takbir, tahlil,dan tahmid sebagai bentukr asa syukur kepada Allah SWT atas datangnya Hari Raya Idul Fitri.
Dalam edaran tersebut juga disampaikan imbauan kepada pengurus masjid dan mushalla yang berada di sepanjang jalur mudik agar membuka tempat ibadah selama 24 jam penuh serta menyediakan fasilitas yang memadai bagi para musafir.
“Masjid dan mushalla diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik, se aligus menjadi wujud pelayanan kepada sesama umat Islam yang sedang dalam perjalanan,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama per jalanan mudik dengan mematuhi aturan lalu lintas.
Melalui surat edaran tersebut, Pemerintah Provinsi Sumbar juga mengajak masyarakat untuk meng optimalkan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga zakat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mahyeldi berharap perayaan Idul Fitri 1447 H dapat menjadi momentum memperkuat nilai-nilai ke bersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
“Semoga Idul Fitri tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masya rakat Sumatera Barat,” pungkasnya. (adpsb/bud- RK)
