Nama H. Ahmad Tamim atau yang akrab disapa Gus Tamim kian menguat dalam bursa calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar dalam gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) 2026. Sosoknya mencuat sebagai figur yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta dukungan kuat dari berbagai elemen internal partai.
Gus Tamim Menguat di Muscab PKB Blitar 2026, Didukung Akar Rumput dan Tokoh Senior Nama H. Ahmad Tamim atau yang akrab disapa Gus Tamim kian menguat dalam bursa calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar dalam gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) 2026. Sosok nya mencuat sebagai figur yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta dukungan kuat dari berbagai elemen internal partai.
Muscab yang digelar di Hotel GM 2 pada Sabtu (28/03/2026) itu menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan PKB Kabupaten Blitar ke depan. Dalam dinamika yang berkembang, nama Gus Tamim menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan, baik di kalangan pengurus maupun kader di tingkat bawah.
Dukungan terhadap Gus Tamim tidak datang secara tiba-tiba. Sejumlah tokoh senior partai hingga struktur pengurus mulai dari Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), Dewan Pengurus Ranting (DPRt), hingga Dewan Pengurus Anak Ranting (DPARt) secara terbuka maupun tersirat menginginkan dirinya memimpin DPC PKB Kabupaten Blitar.
Sebagai anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan VII, Gus Tamim dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan aktif memperjuangkan aspirasi daerah. Di parlemen, ia juga dikenal me miliki komitmen dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan publik di Jawa Timur.
Tak hanya itu, kedekatan Gus Tamim dengan lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu kekuatan utamanya. Ia memiliki hubungan yang erat dengan berbagai badan otonom NU seperti Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, JQH, hingga Pergunu. Kedekatan ini menjadikannya sosok yang diterima luas di kalangan nahdliyin, yang selama ini menjadi basis utama PKB.
Rekam jejak organisasinya juga cukup panjang. Gus Tamim pernah menjabat sebagai Ketua Ansor Ke camatan Gandusari pada 1998. Sejak saat itu, ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan,- hingga kepemudaan. Kehadirannya dalam acara-acara keagamaan seperti haul ulama menjadi bukti kuat kedekatannya dengan tradisi pesantren dan masyarakat akar rumput.
Dalam kesehariannya, Gus Tamim dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui dan tidak berjarakdengan masyarakat. Hal ini turut memperkuat citranya sebagai pemimpin yang merakyat dan memahami ke butuhan umat.
Saat dikonfirmasi mengenai kesiapannya maju sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar, Gus Tamim menyampaikan sikap tegas sebagai kader partai. Ia menegaskan bahwa seorang kader harus siap menerima amanah yang diberikan oleh partai.
“Sebagai kader, tidak boleh menolak amanah. Harus siap menerima amanah dari partai demi kemaslahat an umat,” ujarnya kepada awak media di sela-sela kegiatan Muscab. Pernyataan tersebut sekaligus me negaskan komitmennya untuk tetap berada dalam garis perjuangan partai serta mengedepankan ke pentingan umat di atas kepentingan pribadi.
Secara elektoral, posisi Gus Tamim juga cukup kuat. Pada Pemilihan Legislatif 2024 lalu, ia berhasil meraih suara signifikan sebanyak 80.265 suara. Perolehan tersebut menjadi indikator kuat atas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap dirinya.
Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai lini serta modal elektoral yang besar, Gus Tamim diprediksi memiliki peluang besar untuk melenggang menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar.Meski demikian, dinamika Muscab masih terus berkembang dan keputusan akhir tetap berada di tangan meka nisme partai.
Muscab PKB Kabupaten Blitar 2026 pun menjadi ajang penting yang tidak hanya menentukan sosok pemimpin, tetapi juga arah konsolidasi dan strategi politik PKB ke depan dalam menghadapi berbagai tantangan politik di tingkat daerah maupun nasional.
Blitar sabtu (28/03/2026)
Muscab yang digelar di Hotel GM 2 pada Sabtu (28/03/2026) itu menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan PKB Kabupaten Blitar ke depan. Dalam dinamika yang berkembang, nama Gus Tamim menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan, baik di kalangan pengurus maupun kader di tingkat bawah.
Dukungan terhadap Gus Tamim tidak datang secara tiba-tiba. Sejumlah tokoh senior partai hingga struktur pengurus mulai dari Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), Dewan Pengurus Ranting (DPRt), hingga Dewan Pengurus Anak Ranting (DPARt) secara terbuka maupun tersirat menginginkan dirinya memimpin DPC PKB Kabupaten Blitar.
Sebagai anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan VII, Gus Tamim dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan aktif memperjuangkan aspirasi daerah. Di parlemen, ia juga dikenal me miliki komitmen dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan publik di Jawa Timur.
Tak hanya itu, kedekatan Gus Tamim dengan lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu kekuatan utamanya. Ia memiliki hubungan yang erat dengan berbagai badan otonom NU seperti Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, JQH, hingga Pergunu. Kedekatan ini menjadikannya sosok yang diterima luas di kalangan nahdliyin, yang selama ini menjadi basis utama PKB.
Rekam jejak organisasinya juga cukup panjang. Gus Tamim pernah menjabat sebagai Ketua Ansor Ke camatan Gandusari pada 1998. Sejak saat itu, ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, hingga kepemudaan. Kehadirannya dalam acara-acara keagamaan seperti haul ulama menjadi bukti kuat kedekatannya dengan tradisi pesantren dan masyarakat akar rumput.
Dalam kesehariannya,Gus Tamim dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui dan tidak berjarak dengan masyarakat. Hal ini turut memperkuat citranya sebagai pemimpin yang merakyat danmemahami ke butuhan umat.
Saat dikonfirmasi mengenai kesiapannya maju sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar, Gus Tamim menyampaikan sikap tegas sebagai kader partai. Ia menegaskan bahwa seorang kader harus siap meneri ma amanah yang diberikan oleh partai.
“Sebagai kader, tidak boleh menolak amanah. Harus siap menerima amanah dari partai demi kemaslahat an umat,” ujarnya kepada awak media di sela-sela kegiatan Muscab.Pernyataan tersebut sekaligus me negaskan komitmennya untuk tetap berada dalam garis perjuangan partai serta mengedepankan ke pentingan umat di atas kepentingan pribadi.
Secara elektoral, posisi Gus Tamim juga cukup kuat. Pada Pemilihan Legislatif 2024 lalu, ia berhasil meraih suara signifikan sebanyak 80.265 suara. Perolehan tersebut menjadi indikator kuat atas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap dirinya.
Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai lini serta modal elektoral yang besar, Gus Tamim diprediksi memiliki peluang besar untuk melenggang menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar.Meski demikian, dinamika Muscab masih terus berkembang dan keputusan akhir tetap berada di tangan mekanisme partai.
Muscab PKB Kabupaten Blitar 2026 pun menjadi ajang penting yang tidak hanya menentukan sosok pemimpin, tetapi juga arah konsolidasi dan strategi politik PKB ke depan dalam menghadapi berbagai tantangan politik di tingkat daerah maupun nasional(*)
