– Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum refleksi mendalam bagi jamaah Mushala Nurul Iman, Sinandang, Pagaruyung. Dalam pelaksanaan salat Id yang berlangsung khidmat pada Jumat (20/03/2026), Dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Ilham Mustafa, M.A., menegaskan bahwa Ramadan bukanlah sekadar ritual tahunan, melainkan proses transformasi diri yang harus berkelanjutan.
Dalam khutbah bertema "Udkhulu fi al-silmi kaffah", Ilham menyerukan pentingnya mengamalkan Islam secara menyeluruh (kaffah) guna menghadapi dinamika kehidupan modern yang kian kompleks.
Menjawab Tantangan Fenomena Media Sosial
Ilham menyoroti fenomena sosial masa kini di mana semangat spiritualitas sering kali merosot tajam pasca-Ramadan. Ia menyayangkan menguatnya gaya hidup konsumtif, budaya pamer di media sosial, hingga lunturnya kepekaan sosial di tengah masyarakat.
"Puasa telah melatih kita menahan diri, tetapi setelah Ramadan, ujian justru lebih nyata—bagaimana kita menjaga integritas di tengah derasnya arus digital, informasi, dan godaan duniawi," tegasnya di hadapan jamaah.
Tiga Pilar Penguatan Pasca-Ramadan
Untuk mempertahankan spirit bulan suci, Ilham menggarisbawahi tiga aspek utama yang harus diperkuat oleh setiap Muslim:
Pelurusan Akidah Tauhid: Di era banjir informasi, umat dituntut lebih selektif terhadap konten keagamaan di media sosial agar tidak terjebak pada pemahaman yang menyimpang atau tidak terverifikasi.
Konsistensi Ibadah: Ibadah selama Ramadan (puasa, tarawih, tilawah) harus menjadi titik awal konsistensi (istiqamah) sepanjang tahun. Ia menekankan agar fenomena "ibadah musiman" segera diakhiri.
Kesalehan Sosial: Menghadapi meningkatnya individualisme, umat diajak menghidupkan kembali nilai kejujuran, kepedulian, dan keadilan dalam interaksi sehari-hari.
Tidak hanya bagi jamaah umum, Ilham juga memberikan pesan kuat bagi para pemegang kekuasaan. Ia berharap para pemimpin dapat menghadirkan nilai-nilai Islam secara substantif dalam kebijakan publik, bukan sekadar simbol politik.
"Kita berharap para pemimpin mampu menjadi teladan dalam menghadirkan nilai-nilai Islam—bukan sekadar simbolik, tetapi nyata dalam kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.
Khutbah diakhiri dengan doa bersama, memohon agar umat Islam diberikan kekuatan untuk menjawab tantangan zaman dengan iman, ibadah, dan akhlak yang kokoh meski bulan Ramadan telah berlalu. (**)
Mailis J
