Majelis Teras Tengah Malam digelar di kediaman Haji Iswan Jeffry Zakaria yang berlokasi di Peruma han Melati Pojok Kampung, Kota Blitar, Selasa dini hari (03/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan majelis dzikir yang bertujuan untuk mencari ridha Allah SWT sekaligus mengirimkan doa kepada para leluhur yang telah wafat.Blitat selasa (03/03/2026)
Kegiatan dzikir ini dilaksanakan tepat pada waktu tengah malam dan diikuti oleh para jamaah dengan penuh kekhusyukan. Suasana religius begitu terasa ketika lantunan doa dan dzikir menggema di tengah keheningan malam.
Majelis Teras Tengah Malam ini dilaksanakan secara rutin selama bulan suci Ramadan dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya secara bergiliran. Pola tersebut dilakukan agar semakin banyak jamaah yang dapat merasakan keberkahan majelis dzikir dan mempererat tali silaturahmi antarumat.
Dalam pelaksanaannya, para jamaah melantunkan sejumlah amalan, di antaranya Rotibul Haddad, Asmaul Husna, serta dzikrul jalallah. Rangkaian dzikir tersebut dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mendoakan para leluhur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Haji Iswan Jeffry Zakaria selaku tuan rumah menyampaikan bahwa majelis ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual di tengah masyarakat, khususnya di/ bulan Ramadan.
“Majelis Teras Tengah Malam ini kami laksanakan semata-mata untuk mencari ridha Allah. Selain itu, kami juga mendoakan para leluhur yang telah wafat agar mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT,” ujar Iswan Jeffry Zakaria.Ia menambahkan, waktu tengah malam dipilih karena diyakini sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.
“Kami memilih waktu tengah malam karena suasananya lebih tenang dan khusyuk. Jamaah bisa lebih fokus berdzikir, berdoa, dan bermuhasabah diri,” imbuhnya.Menurut Iswan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih mencintai majelis dzikir dan tidak melupakan tradisi spiritual yang telah diwariskan oleh para ulama.
“Melalui majelis ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat dzikir, sholawat, serta kebiasaan mendoakan orang tua dan para pendahulu kita. Ini adalah bentuk bakti spiritual yang tidak boleh ditinggalkan,” tuturnya.
Majelis Teras Tengah Malam ini merupakan bagian dari jamaah Al Khidmah, sebuah wadah jamaah yang berakar pada amaliyah thariqah. Organisasi ini dirintis oleh KH. Achmad Asrori Al Ishaqi RA di Surabaya sejak tahun 1987 dengan fokus menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui dzikir, sholawat, dan doa bersama.
Seiring perkembangan jamaah yang semakin luas di berbagai daerah, diperlukan sistem pengelolaan yang lebih teratur agar tidak terjadi perbedaan dalam pelaksanaan amaliyah. Oleh karena itu, pada tahun 2003 mulai disusun pedoman resmi sebagai dasar kegiatan Al Khidmah.Secara organisatoris, Al Khid mah kemudian dideklarasikan secara resmi pada 25 Desember 2005 di Semarang sebagai payung bagi jamaah yang telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
KH. Achmad Asrori Al Ishaqi RA juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Kedinding Lor, Surabaya. Melalui Al Khidmah, beliau bertujuan membentuk generasi yang saleh dan salehah, mencintai majelis dzikir dan sholawat, serta senantiasa berupaya menyenangkan hati para guru dan Nabi Muhammad SAW.Iswan Jeffry Zakaria berharap kegiatan Majelis Teras Tengah Malam dapat terus istiqamah dilaksanakan selama bulan Ramadan dan menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi masyarakat.
“Semoga majelis ini membawa manfaat, memperkuat keimanan jamaah, serta menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua,” pungkasnya.(*Rk)
