--> Pererat Silaturahmi Ramadhan, Pemkab Pasaman Buka Puasa Bersama Insan Pers dan LSM - Realita Kini

Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan arahannya dihadapan wartawan dan LSM Kabupaten Pasaman.

Realitakini.com -- Pasaman 
Dalam upaya memperkuat kolaborasi pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar kegiatan silaturahmi dan berbuka puasa bersama dengan wartawan media cetak, online, elektronik serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).  di Balerong Pusako Anak Nagari, Lubuksikaping, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Pasaman Parulian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabag Kesra, serta puluhan wartawan dan perwakilan LSM yang ada di Kabupaten Pasaman.

Bupati Pasaman Welly Suhery, menyampaikan bahwa momentum berbuka puasa bersama di bulan suci Ramadhan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Daerah dengan insan pers serta LSM.

Menurutnya, kebersamaan tersebut sangat penting dalam membangun komunikasi yang baik demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Pasaman yang lebih maju dan sejahtera.

“Momentum berbuka puasa ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan kita. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan serta kerja sama dari wartawan dan LSM untuk bersama-sama mewujudkan Pasaman yang sejahtera,” ujar Welly Suhery.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para wartawan dan LSM yang selama ini ikut berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, kritik dan masukan yang bersifat membangun sangat dibutuhkan sebagai motivasi bagi pemerintah dalam memperbaiki kinerja.

“Kritik yang membangun tentu menjadi motivasi bagi pemerintah daerah. Ke depan mari kita satukan pandangan demi kemajuan Pasaman,” tambahnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Alexander S.H.i,M.H menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, wartawan, dan LSM sangat penting untuk menciptakan kondisi daerah yang aman dan nyaman.

Ia menegaskan bahwa setiap profesi memiliki peran masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap orang memiliki dua pilihan dalam menjalankan perannya, yaitu menuju kebaikan atau keburukan.

“Orang yang mulia adalah mereka yang menjalankan perannya dengan ketakwaan kepada Allah SWT. Yang dilihat Allah bukan jabatan atau profesi kita, tetapi bagaimana kita menjalankan peran tersebut sesuai dengan perintah-Nya,” jelasnya.

Ustadz Alexander juga mengingatkan bahwa kematian adalah hal yang paling dekat dengan kehidupan manusia, sementara masa lalu adalah sesuatu yang paling jauh. Oleh karena itu, setiap orang diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan penuh keimanan dan kebaikan. (Nurman).




 
Top