--> Bakaua Adat Warisan Budaya Minangkabau Yang Mulai Pudar? - Realita Kini

Masyarakat melakukan tradisi Bakaua Adat di makam Datuak Gadang Tuanku Dauli Sikabau di Nagari Sikabau Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya ( sumber foto ANTARA SUMBAR/ Lika Jensen)
Realitakini.com-Dharmasraya 
 Salahsatu warisan turun temurun Budaya Minangkabau yang mulai pudar terkikis oleh perkembangan zaman adalah  Bakaua Adat, suatu ritual para petani melakukan doa bersama sebelum mereka turun ke sawah untuk menyemai benih padi.Bakaua Adat juga merupakan suatu Pesta Adat sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang melimpah dan menjadi ajang silatur rahmi antar masyarakat.

Dalam Doa yang dipimpin oleh salah se orang pemuka agama tersebut para petani dan masyarakat lainnya berharap diberi keselamatan, hasil panen nan melimpah dan kesejahteraan dalam hidup yang dijalani.

Menariknya, khusus di Nagari Sikabau Kecamatan Pulau Punjung  petani dan masyarakat melakukan doa bersama pada hari yang telah disepakati di sebuah ma kam keramat Datuak Gadang Tuanku Dauli Sikabau.

Pada hari yang sama sebelum melakukan doa bersama Pemerintahan Desa Nagari atau Desa bersama Para pemuka masya rakat mengadakan pesta rakyat atau Alek Nagari dengan mengadakan berbagai acara kesenian daerah.

Menurut Wali Nagari Sikabau Abdul Razak yang pernah menjadi Ketua Panitia Pelak sana 

Kegiatan alek nagari ini mengatakan k epada awak media realitakini.com bahwa Bakaua adat merupakan pesta rakyat yang menjadi ajang silaturrahmi masyarakat Dharmasraya khususnya nagari Sikabau.
Lebih lanjut Abdul Razak berujar" Tradisi Bakaua Adat merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan bisa menjadi ".
"Setiap tahun biasanya kita menggelar Alek ini" ujarnya.

Lebih lanjut Abdul Razak mengatakan Untuk tahun ini  masih dalam wacana, mencari waktu yang tepat

 melaksanakannya, kita persiapkan segala sesuatu dengan matang sebelum mengada kan acara Bakaua Adat, pungkasnya.(Fuadcani)
 
Top