--> Harmoni Iman dan Budaya, Nagari Aia Manggih Barat Resmikan Pondok Qur’an dan Sanggar Seni - Realita Kini

Wali Nagari, Afdel Haq Aia Manggih Barat menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Realitakini.com-- Pasaman 
Semangat religius berpadu dengan pelestarian budaya mewarnai Nagari Aia Manggih Barat. Pemerintah nagari setempat resmi meluncurkan program Pembinaan Pondok Qur’an dan Pembinaan Sanggar Seni Nagari,Masjid Nurul Iman Kampung Paraman Dareh Jumat (24/4/2026).

Peresmian program ini menjadi momentum penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya lokal. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat nagari, tokoh masyarakat, serta unsur adat yang menyambut antusias langkah tersebut.

Wali Nagari Aia Manggih Barat, Afdel Haq, S.Pdi, menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Ia menyebutkan, keseimbangan antara nilai agama dan budaya menjadi fondasi utama pembangunan karakter generasi muda.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan Al-Qur’an di dada mereka, namun tetap gesit melestarikan silek dan tari tradisi. Inilah harmoni antara iman dan seni,” ujar Afdel.

Program Pembinaan Pondok Qur’an dirancang untuk memberikan pendidikan agama yang intensif dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten. Melalui program ini, nagari menargetkan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan.

Di sisi lain, Pembinaan Sanggar Seni melalui Pusat Kreativitas Anak Nagari (PKAN) hadir sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat seni tradisional, mulai dari musik hingga tari khas daerah, guna menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Ketua PKAN Aia Manggih Barat, Yohanes, menyampaikan apresiasi dan komitmennya dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, sanggar seni bukan sekadar tempat berlatih, melainkan ruang pembentukan karakter dan identitas anak nagari.

“Sanggar ini adalah rumah kedua bagi anak-anak untuk mengenal jati dirinya. Kami siap membina dengan sepenuh hati agar lahir generasi kreatif, percaya diri, dan mencintai budayanya,” ungkap Yohanes.

Sementara itu, dukungan kuat juga disampaikan oleh unsur adat. Niniak Mamak Dt. Rajo Panji Alam menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran surau sebagai pusat pendidikan agama dan gelanggang sebagai ruang pembinaan adat.

“Anak kemenakan jangan sampai jauh dari surau dan gelanggang. Jika pandai mengaji dan menjaga adat, insyaAllah nagari akan tetap aman dan berkah,” tuturnya.

Dengan dimulainya program ini, Nagari Aia Manggih Barat menunjukkan komitmennya sebagai nagari yang progresif dalam membangun generasi berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia, sekaligus memperkuat benteng moral anak nagari dari pengaruh negatif. (Nurman)
 
Top