Situs sejarah dan religi "Batu Jejak Nabi" yang terletak di Jorong Rajo Dani, Nagari Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Objek yang menyimpan nilai historis tinggi bagi masyarakat setempat tersebut tampak tidak terawat, meski memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi di Kabupaten Tanah Datar.
Berdasarkan cerita yang turun-temurun berkembang di tengah masyarakat, pada bongkahan batu tersebut terdapat cekungan yang menyerupai telapak kaki manusia. Masyarakat meyakini bahwa bekas tersebut merupakan jejak kaki Nabi, sehingga lokasi ini sejak lama dikenal sebagai salah satu situs wisata sejarah dan religi yang sakral di wilayah tersebut.
Dahulu, lokasi ini menjadi primadona dan ramai dikunjungi wisatawan maupun peziarah karena letaknya yang strategis di pinggir jalan lintas Padang Ganting – Batusangkar via Rajo Dani. Namun, seiring berjalannya waktu, kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan membuat situs ini mulai terlupakan dan terbengkalai.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Tanah Datar, Donal Martin. pada kesempatan Sabtu (11/04/2026), Donal menyatakan keprihatinannya melihat kondisi situs yang tidak terurus. Sebagai putra asli daerah Padang Ganting, ia merasa terpanggil untuk menyelamatkan aset sejarah tersebut.
"Padang Ganting kaya akan situs sejarah, seperti makam Tuan Khadi, Syekh Ibrahim, hingga Syekh Al Ayyubi. Batu Jejak Nabi ini adalah bagian penting dari identitas religi kita yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman," ujar Donal Martin.
Lebih lanjut, legislator Tanah Datar ini mengungkapkan niatnya untuk mengembangkan kembali lokasi tersebut. Jika tidak ada aral melintang, ia berencana mengalokasikan Dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan untuk melakukan pemugaran total.
Rencana pengembangan tersebut mencakup perbaikan area situs dan pembangunan fasilitas pendukung bagi pengunjung. Targetnya, lokasi ini tidak hanya menjadi tempat edukasi sejarah, tetapi juga tempat istirahat (rest area) yang representatif bagi masyarakat yang melintas.
"Jika umur panjang dan ada anggaran melalui dana Pokir, saya ingin memugar lokasi ini agar lebih layak. Kita kembangkan sedemikian rupa sehingga bisa digunakan masyarakat untuk berkunjung atau sekadar beristirahat saat lewat, sehingga situs ini kembali dikenal luas oleh masyarakat luar," pungkasnya.
Dengan adanya rencana pemugaran ini, diharapkan sektor wisata religi di Nagari Padang Ganting dapat kembali bangkit dan memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar. (MJ)
