Foto bersama Wali Nagari Durian Tinggi, Hendra Gunawan, Nara Sumber dan Peserta Sosialisasi Perlindungan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, 27- 28 April 2026.
Realitakini.com -- Pasaman
Pemerintah Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuksikaping, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat terkait pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar secara intensif di tingkat nagari.
Peserta dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Peserta yang hadir terdiri dari tokoh masyarakat, kalangan remaja, hingga ibu rumah tangga yang dinilai memiliki peran strategis dalam pencegahan kekerasan di lingkungan keluarga dan sosial, di Gedung Pertemuan Anak Nagari Durian Tinggi, Senin (27/4/2026).
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain perwakilan Dinas P3AP2KB Kabupaten Pasaman, Camat Lubuksikaping, konselor Kabupaten Pasaman,Aktivis Nasionalis Pemerhati Sosial Kemasyarakatan, Haryadi, S.AP (PNS Pemkab Pasaman), serta perwakilan LSM Kabupaten Pasaman. Para narasumber memberikan pemaparan terkait bentuk-bentuk kekerasan, upaya pencegahan, hingga mekanisme pelaporan dan pendampingan korban.
Wali Nagari Durian Tinggi, Hendra Gunawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan sosialisasi selama dua hari tersebut.
Ia menekankan pentingnya peran bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, khususnya bagi perempuan dan anak. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Wali Nagari berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami bentuk-bentuk kekerasan serta mampu melakukan langkah pencegahan sejak dini. Selain itu, diharapkan pula adanya keberanian dari masyarakat untuk melaporkan jika menemukan atau mengalami tindakan kekerasan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemerintah Nagari Durian Tinggi berharap terciptanya kesadaran kolektif dalam melindungi perempuan dan anak, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kasus kekerasan di tengah masyarakat. (Nurman)
