![]() |
| Hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tengah mengalami ketegangan hebat. ( poto CNN) |
Hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tengah mengalami ketegangan hebat. Perselisihan di antara kedua pemimpin negara sekutu dekat ini dipicu oleh perbedaan keputusan krusial terkait kelanjutan perang melawan Iran.
Dilansir dari detikcom, Trump dan Netanyahu terlibat dalam percakapan telepon yang sangat tegang pada Selasa (19/5/2026) saat membahas masa depan strategi militer menghadapi Iran. Dari Global news
Netanyahu Desak Intensifikasi Perang, Trump Pilih Opsi Damai. Meskipun selama ini dikenal sebagai sekutu dekat, kedua pemimpin tersebut kini dilaporkan berselisih pandang secara tajam mengenai langkah berikutnya di Timur Tengah. Netanyahu mendesak agar serangan dan intensitas perang terhadap Iran semakin ditingkatkan. Sebaliknya, Trump justru bersikeras bahwa ruang diplomasi belum tertutup dan kesepakatan dengan Iran masih sangat mungkin untuk dicapai.
Laporan dari berbagai media AS, sebagaimana dilansir TRT World, Jumat (22/5/2026), mengungkapkan bahwa ketegangan ini memuncak hanya berselang beberapa hari setelah komunikasi mereka sebelumnya.
Pada panggilan telepon hari Minggu (17/5/2026), Trump sebenarnya sempat memberi tahu Netanyahu bahwa Washington tengah bersiap untuk meluncurkan serangan terbaru ke wilayah Iran.
Trump Batalkan Serangan Mendadak, Ada Interupsi Negara TelukNamun, situasi berubah drastis secara tiba-tiba. Trump secara mengejutkan mengumumkan pembatalan rencana serangan militer AS terhadap Iran yang semula dijadwalkan bakal mengeksekusi target pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat.
Langkah pembatalan sepihak dari Washington inilah yang ditengarai membuat pihak Israel meradang. Trump membeberkan bahwa keputusan mendadak tersebut diambil setelah dirinya mempertimbangkan masukan dan permintaan langsung dari para pemimpin negara sekutu utama AS di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Hingga saat ini, baik pihak Gedung Putih maupun kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan pernyataan resmi lanjutan terkait laporan kebocoran komunikasi yang tegang di antara kedua pemimpin tersebut. (MJ)
Editor : Tim RK
