Realitakini.com -- Jakarta
Harga tandan buah Segar (TBS) sawit diprediksi akan naik kembali dalam Minggu. Penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani pasca pengumuman pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dinilai hanya bersifat sementara.
Direktur Eksekutif Palm Oil Strategic Policy Institute (PASPI) Dr. Tungkot Sipayung mengatakan pelemahan harga terjadi akibat kebingungan pabrik kelapa sawit (PKS) terhadap skema baru ekspor sawit nasional yang belum tersosialisasi secara menyeluruh kepada pelaku industri sawit.Bibit sawit unggul
“Itu reaksi sementara. Pengumuman kebijakan baru tersebut yang tiba-tiba dan tidak didahului sosialisasi membuat PKS bingung apakah masih dapat mengekspor ke depan,” ujar Tungkot kepada Sawit Indonesia, dikutip dari Tulisan Indra Gunawan/ Sawit Indonesia, Minggu (24 Mei 2026).
Ia menjelaskan, kebingungan tersebut kemudian diwujudkan oleh sebagian PKS melalui pengurangan pembelian TBS dari petani. Dampaknya, harga TBS di tingkat petani mengalami penurunan cukup tajam meskipun harga Crude Palm Oil (CPO) dunia masih berada pada level tinggi.
“Padahal harga CPO dunia masih tetap tinggi, tidak turun, bahkan cenderung naik. Dalam kondisi normal, harga TBS seharusnya tidak turun, bahkan mestinya ikut naik,” katanya.
PASPI berharap kondisi pasar segera kembali normal setelah pemerintah memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme dan implementasi DSI kepada asosiasi serta pelaku industri sawit nasional.
“Kita berharap minggu depan harga TBS sudah naik kembali mengikuti harga CPO dunia setelah pemerintah memberikan penjelasan DSI kepada asosiasi sawit,” lanjut Tungkot.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menetapkan masa transisi implementasi kebijakan hingga 31 Desember 2026, sementara penerapan penuh baru akan dimulai pada Januari 2027. Dengan adanya masa transisi tersebut, menurutnya tidak ada alasan bagi pasar untuk bereaksi berlebihan.
“Apalagi ada masa transisi hingga 31 Desember 2026 sehingga pasar TBS sudah seharusnya kembali normal,” ujarnya.
Sebelumnya, penurunan harga TBS sawit memicu kekhawatiran luas di kalangan petani. Empat organisasi besar petani sawit nasional menggelar pertemuan darurat di Jakarta untuk membahas dampak anjloknya harga dan merumuskan langkah bersama bagi pemerintah.(**)
