Menjelang Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 27 Mei Tahun 2026, harga sejumlah bahan pokok makanan di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, mulai merangkak naik. Lonjakan paling signifikan saat ini terjadi pada komoditas bumbu dapur, khususnya cabai merah keriting.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Sabtu (23/5/2026), harga cabai merah keriting meroket hingga dua kali lipat dari harga normal. Sebelumnya, komoditas ini dijual berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Namun hari ini, harganya di pasaran sudah menyentuh angka Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Kenaikan harga yang terbilang mendadak ini mulai dikeluhkan oleh para konsumen, terutama para ibu rumah tangga yang sedang berbelanja untuk kebutuhan harian dan persiapan hari raya.
Misna, salah seorang pengunjung Pasar
Batusangkar, mengaku terkejut saat mengetahui harga cabai hari ini. Menurutnya, lonjakan ini sangat memberatkan isi dompet.
"Biasanya harga cabai masih normal dan terjangkau, tapi hari ini saya terpaksa membeli dengan harga Rp55.000 per kilogram. Mau bagaimana lagi, cabai sudah jadi kebutuhan pokok sehari-hari," ungkap Misna saat ditemui di Pasar Batusangkar, Sabtu (23/5).
Prediksi Pergerakan Harga
Berikut adalah rincian perubahan harga cabai merah keriting di Tanah Datar saat
Komoditas Harga Normal Harga Hari Ini (23/05/2026) Tren
Cabai Merah Keriting Rp25.000 - Rp30.000 /kg Rp55.000 - Rp60.000 /kg Naik Signifikan
Para pedagang memprediksi bahwa harga hari ini belum mencapai puncaknya. Mengingat tingginya permintaan pasar menjelang Lebaran Kurban, harga cabai dan beberapa jenis bahan pokok lainnya diprediksi masih akan terus mengalami kenaikan hingga hari raya Iduladha tiba.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera melakukan pemantauan stok dan menggelar operasi pasar murah guna menstabilkan harga pangan di Tanah Datar. (Mailis J)
