--> Perbaikan Jalan Kabupaten Di Nagari Koto Gadang Terkesan Asal Jadi Dan Tidak Sesuai SOP, Publik Pertanyakan Profesionalisme Pihak Terkait - Realita Kini

Tumpukan Material Sirtu Pengerasan Jalan Kabupaten Di Nagari Koto Gadang (Realitakini.com foto/Fuadcani)
Realitakini.com-Dharmasraya 
Proyek perbaikan/Pengaspalan jalan Kabupaten di Nagari Koto Gadang dinilai asal jadi dan tidak sesuai Standard Operating Procedure ( SOP).Publik juga mempertanyakan tidak adanya rambu rambu peringat an dan papan proyek pengerjaan yang mengakibatkan sering terjadi kecelakaan.

Sebagaimana disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya dari Fraksi PKB, Irzal Rianto kepada awak media Realitakini.com (4/5/2026)

" Perbaikan/pengaspalan jalan ini proyek besar, Perbaikan atau pengaspalan jalan sepanjang 6 km dengan nilai proyek 15 Miliar ini tidak boleh dilakukan asal jadi tanpa pengawasan dari pihak pe merintah , khususnya Dinas PUPR.

"pada tahap awal (pengerasan) ini saja,  sudah beberapa kali terjadi kecelakaan, ini karena kurangnya pengawasan dan tidak ada rambu rambu peringatan, bahkan dari pihak keluarga saya sendiri ada yang menjadi korban, ujarnya.

Lebih lanjut Irzal mengatakan,  Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemerintah (pusat dan daerah) wajib memperbaiki jalan rusak yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Jika belum diperbaiki, pemerintah wajib memasang rambu peringatan.Kelalaian yang menyebabkan korban dapat dipidana.

Proses perbaikan jalan ini juga dinilai sangat lamban, pengerjaan pengaspalan yang hanya mengandal kan  dana  Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan jangka waktu 1 tahun itu terlalu lama, harus ada campur tangan Pemerintah supaya bisa terlaksana seperti yang diharapkan masyarakat tutupnya.

Disisi lain, salah seorang warga lokal, Yuki kepada awak media mengatakan bahwa penumpukan materi al sirtu untuk pengerasan seringkali dilakukan pihak pengelola pada waktu malam, itu yang membuat pengendara khususnya pemotor terjebak dan hilang kendali dalam berkendara, ini harus jadi perhatian khusus dari pelaksana proyek.

Lebih lanjut Yuki berujar"
Masyarakat berharap Kolaburasi pengerjaan beberapa perusahaan ini jangan sampai menimbulkan banyak korban"Kita harus kawal transparansi pengerjaan perbaikan jalan ini dalam segala sisi, pungkasnya.(Fuadcani)

Sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak pengelola ataupun pihak terkait lainnya.
Redaksi Realitakini.com membuka hak jawab kepada pihak- pihak yang ingin mengoreksi ataupun perbaikan ulasan berita ini
 
Top