![]() |
| Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, S.Psi., usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Terbatas Pimpinan Daerah se-Sumatera Barat yang digelar di Istana Gubernuran, (Poto Kmf) |
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung penuh akselerasi kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Nagari Creative Hub (NCH).
Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, S.Psi., usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Terbatas Pimpinan Daerah se-Sumatera Barat yang digelar di Istana Gubernuran, Padang, Rabu (20/5/2026).
Rakor strategis yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar, Yozarwardi, ini mengusung tema "Strategi Kepala Daerah Mengakselerasi Kemandirian Ekonomi Nagari Berbasis Potensi".
Agenda utama pertemuan tersebut berfokus pada strategi optimalisasi dan implementasi konkret program NCH di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Dalam arahannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa NCH dirancang bukan sekadar sebagai ruang fisik, melainkan sebuah ekosistem kolaborasi pembangunan masyarakat. Pusat kreativitas ini diproyeksikan menjadi motor penguatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan kewirausahaan, serta akselerasi digitalisasi di tingkat pemerintahan paling bawah.
“Jangan jadikan NCH hanya sebagai program administratif atau kegiatan seremonial. NCH harus mampu menghadirkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Mahyeldi di hadapan para kepala daerah yang hadir.
Gubernur menambahkan, tolok ukur keberhasilan program NCH ini diukur dari empat indikator utama:
Tumbuhnya aktivitas ekonomi riil masyarakat secara berkelanjutan.
Berkembangnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di nagari.
Meningkatnya keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan daerah.
Terciptanya nilai tambah ekonomi yang digali dari potensi lokal masing-masing.
Untuk mencapai target tersebut, Gubernur mendorong adanya sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas kreatif, baik dalam hal pendampingan, riset, maupun pelatihan.
Dukungan Anggaran dan Sinergi Lintas Sektor
Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas PMD Sumbar, Yozarwardi, mengharapkan adanya komitmen penganggaran yang kuat dan sinkron, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintahan nagari.
“Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Nagari Creative Hub diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang berakar pada kearifan lokal, namun tetap adaptif terhadap tantangan dan perkembangan global,” jelas Yozarwardi.
Nagari Pangian Jadi Pilot Project di Tanah Datar
Menanggapi program tersebut, Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyambut baik dan menyatakan bahwa inisiatif Pemprov Sumbar ini sangat selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah Datar.
“Kami di Tanah Datar sangat mendukung. Program ini sejalan dengan visi kita yang berfokus pada pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dan pelestarian budaya. Pemanfaatan digitalisasi melalui NCH akan menjadi peluang besar bagi kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Wabup Ahmad Fadly.
Sebagai bentuk keseriusan dan langkah nyata di lapangan, Ahmad Fadly membeberkan bahwa Kabupaten Tanah Datar telah menunjuk salah satu kawasan untuk menjadi ujung tombak program ini.
“Nagari Pangian di Kecamatan Lintau Buo telah resmi kami tetapkan sebagai pilot project Nagari Creative Hub. Ini akan menjadi laboratorium sekaligus percontohan nyata pengembangan ekonomi kreatif bagi nagari-nagari lainnya di Tanah Datar,” ungkapnya optimis.
Empat Poin Kesepakatan Bersama
Rapat koordinasi tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pimpinan daerah se-Sumatera Barat. Kesepakatan ini diambil demi memastikan keberlanjutan program dan menegaskan bahwa nagari harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Berikut adalah 4 poin utama kesepakatan Rakor NCH 2026:
Poin Kesepakatan Rakor NCH 2026
1 Mengoptimalkan partisipasi aktif masyarakat, kelompok usaha, dan komunitas kreatif lokal.
2 Melibatkan generasi muda secara masif dalam ekosistem dan tata kelola NCH.
3 Memberikan dukungan penuh terhadap aspek pemasaran, promosi, dan digitalisasi produk unggulan lokal.
4 Menguatkan kapasitas dan kapabilitas para pelaku ekonomi kreatif pada nagari/desa yang menjadi lokus NCH.
Dengan adanya komitmen bersama ini, implementasi Nagari Creative Hub diharapkan dapat langsung berjalan simultan di daerah, membawa produk-produk lokal Sumatera Barat naik kelas melalui sentuhan digitalisasi dan kreativitas tanpa kehilangan jati diri daerah.(MailisJ)
