Program ini secara khusus ditawarkan
kepada dosen Fakultas Teknik (FT) UNP, dengan pertimbangan kesesuaian dan
kemiripan bidang keilmuan serta struktur program studi antara FT UNP dan
UniMAP. Kesamaan tersebut dinilai memudahkan proses penyelarasan kurikulum dan
implementasi program dual degree secara efektif.
Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D,
dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini menjadi bag ian dari strategi
besar universitas dalam meningkatkan kualifikasi dosen hingga jenjang doktor.
Ia me nyebut kesamaan bidang dan struktur program studi antara FT UNP dan UniMAP
sebagai alasan kuat untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret.
“Kita memiliki target bagaimana
dosen-dosen kita mencapai kualifikasi Ph.D. Universiti Malaysia Perlis memiliki
banyak kemiripan dengan Fakultas Teknik UNP, terutama pada program studinya.
Ini menjadi peluang untuk membangun kolaborasi pendidikan melalui program dual
degree, satu program studi di dua universitas dengan dua ijazah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa skema yang
tengah dibahas memungkinkan dosen menempuh studi terinte grasi, mulai dari
jenjang magister hingga doktoral, dengan irisan waktu studi yang lebih efisien.
Melalui desain tersebut, masa studi dapat dipersingkat karena sebagian tahapan
S2 dan S3 berjalan beriringan. “Kita ingin mempercepat lahirnya dosen-dosen
doktor, sebagai fondasi menuju universitas berbasis riset,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pusat Studi
Pascasarjana UniMAP, Assoc. Prof. Dr. Rozyanty Rahman, me nyambut positif
inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen UniMAP dalam memperluas kolaborasi
dengan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UNP. Ia menyebut program
doktoral yang ditawarkan dirancang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan
dosen.
“Riset dapat dilakukan di dua
tempat, di UniMAP dan di UNP, karena kami memahami dosen di sini sudah memiliki
fasilitas riset yang memadai. Kami juga siap mendukung dari sisi peralatan dan
super visi ,” ungkapnya.
Rozyanty menambahkan bahwa UniMAP
menargetkan masa studi doktoral dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun
melalui sistem pendampingan yang intensif. Selain itu, pihaknya juga menawarkan
skema insentif berupa potongan biaya pendidikan berdasarkan jumlah peserta dari
UNP. “Jika parti sipasi meningkat, kami memberikan diskon yang signifikan. Ini
bentuk komitmen kami untuk men dorong lebih banyak dosen melanjutkan studi ke
jenjang S3,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga
dilakukan penyerahan simbolis Letter of Acceptance (LoA) kepada 24 dosen FT UNP
yang telah menyatakan minat untuk melanjutkan studi di UniMAP. Momentum ini
menjadi langkah awal implementasi kerja sama yang lebih konkret, sekaligus
membuka peluang pe ngembangan program dual degree, mobilitas dosen, serta
kolaborasi riset dan publikasi bersama di masa mendatang.
Melalui penjajakan ini, kedua
institusi berharap dapat memperkuat sinergi akademik lintas negara serta
meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknik, sejalan dengan
tuntutan global terhadap pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen terhadap SDGs 4 (Quality Education/Pendidikan
Berkualitas) dan SDGs 17 (Partnerships for theGoals/Kemitraan untuk Mencapai
Tujuan), melalui penguatan akses pendidikan tinggi berkualitas dan kolaborasi
internasional yang berkelanjutan. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran
Strategis)
#UNP #UniversitasNegeriPadang
#Alamtakambangjadiguru #SDGs4 #SDGs17
