– Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Perhubungan bersama Polres Tanah Datar serta dukungan unsur Forkopimda berhasil mencatat keberhasilan signifikan dalam mengatasi kemacetan di pusat Kota Batusangkar.
Melalui skema rekayasa lalu lintas yang strategis, titik-titik rawan macet kini terpantau jauh lebih lancar dibandingkan sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Tanah Datar, Sofyan Ali Zumara, S.T., mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi yang solid antarinstansi.
"Berhasilnya rekayasa lalu lintas ini tidak lepas dari peran Pemda beserta OPD terkait, Kapolres Tanah Datar, Kasat Lantas, serta dukungan penuh dari Kodim dan seluruh unsur Forkopimda. Sinergi ini terbukti mampu mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini dikeluhkan," ujar Sofyan saat berbincang dengan awak media di ruang kerjanya, Senin (04/05/2026).
Evaluasi Masa Uji Coba
Masa uji coba rekayasa lalu lintas ini direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh dan dijadwalkan berakhir pada 19 Mei 2026. Sofyan menjelaskan bahwa selama periode ini, petugas di lapangan lebih mengedepankan edukasi dibandingkan penindakan.
Belum Ada Tilang: Hingga saat ini, belum diberlakukan sanksi tilang bagi pelanggar karena masih dalam tahap sosialisasi.
Payung Hukum: Penegakan peraturan lalu lintas secara tegas akan mulai dilaksanakan setelah Peraturan Bupati (Perbub) resmi diterbitkan.
Efisiensi Waktu: Salah satu dampak nyata dari rekayasa ini adalah nonaktifnya dua titik lampu merah, yaitu di Simpang Jati dan Simpang BRI, yang kini arus kendaraannya dialirkan secara kontinu untuk mencegah antrean panjang.
Pemerintah daerah terus memantau kondisi lapangan, terutama pada hari-hari sibuk seperti hari Kamis. "Alhamdulillah, pada hari Kamis kemarin kemacetan total tidak ditemukan. Kalaupun ada, hanya arus yang merayap, namun tetap bergerak," tambah Sofyan.
Untuk mematangkan skema ini, seluruh OPD terkait dijadwalkan akan menggelar rapat koordinasi pada 11 Mei mendatang guna mengevaluasi hasil uji coba secara menyeluruh sebelum ditetapkan secara permanen.
Respon Positif Masyarakat
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari para pengguna jalan. Salah seorang warga Batusangkar yang enggan disebutkan namanya menyatakan rasa puasnya terhadap perubahan ini.
"Sekarang lewat titik-titik yang biasanya 'langganan' macet jadi lebih nyaman. Perjalanan terasa lebih cepat karena tidak ada lagi penumpukan kendaraan di persimpangan utama," ungkapnya.
Dengan hasil positif ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap penataan transportasi di Kota Batusangkar ke depannya akan semakin modern dan mampu mendukung mobilitas ekonomi masyarakat secara lebih efektif (MJ)

