--> Update Kasus Wanita di Dalam Sumur: Tim Forensik Bongkar Makam Rahma Muthia Untuk Otopsi - Realita Kini


Realitakini.com RAMBATAN
 – Teka-teki kematian Rahma Muthia (25), wanita yang ditemukan tewas di dalam sumur pada 13 Maret lalu, akhirnya memasuki babak baru. Setelah dua bulan berlalu tanpa titik terang, pihak otoritas melakukan proses otopsi (bedah mayat) terhadap jenazah almarhumah pada Selasa (05/05/2026).

​Langkah medis-legal ini diambil setelah pihak keluarga, didampingi kuasa hukumnya, mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas berbagai kejanggalan yang menyelimuti kematian korban. Proses otopsi tersebut dilangsungkan langsung di lokasi pusara korban yang terletak di Jorong Pabalutan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan.

​Desakan Keluarga 
​Keluarga korban didampingi oleh tim hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Fiat Justitisia, yang terdiri dari Mustafa Akmal, Dt. Sidi Ali, SH, MH dan Yonnefit Albasri, Dt. Malano Basa, SH. 

Saat wawancara dengan awak media tim kuasa, hukum didampingi anggota keluarga  meberikan keterangan mengstakan bahwa tindakan ini merupakan buntut dari lambatnya penanganan kasus oleh pihak terkait.

​Yonnefit Albasri menjelaskan bahwa pihaknya sempat melayangkan somasi karena menilai penyelidikan selama dua bulan terakhir tidak menunjukkan progres yang jelas mengenai penyebab pasti kematian Rahma Muthia.

​"Somasi ini terjadi karena desakan keluarga. Kejadian sudah dua bulan berlalu, namun belum ada kejelasan apa penyebab kematian korban. Pihak keluarga sudah menyampaikan permintaan otopsi jauh-jauh hari dengan harapan agar persoalan ini menjadi terang benderang," ujar Yonnefit di sela-sela proses otopsi.

​Merasakan Adanya Kejanggalan
​Kekecewaan senada juga diungkapkan oleh salah seorang anggota keluarga korban berinisial F. Ia menyebutkan bahwa pihak keluarga merasakan adanya ketidakwajaran dalam kematian almarhumah. 

​"Kami merasa masalah ini sudah terlalu lama menggantung. Kami berharap dengan adanya otopsi ini, ada kejelasan mengenai penyebab kematian almarhum adik kami Rahma Muthia. Ada kejanggalan yang kami rasakan, dan kami butuh kepastian," tegasnya dengan nada bicara yang dalam.

​Pengawalan Ketat dan Penantian Hasil Forensik
​Proses pembongkaran makam dan otopsi dilakukan oleh Tim Forensik Polda Sumbar dengan didampingi oleh Tim Polres Tanah Datar. Kegiatan ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan disaksikan langsung oleh pihak keluarga serta tokoh masyarakat setempat untuk menjaga transparansi proses.

​Dengan dilakukannya tindakan ini, keluarga besar almarhumah berharap hasil laboratorium forensik nantinya dapat mengungkap fakta yang sebenarnya—apakah peristiwa tersebut murni kecelakaan atau terdapat unsur tindak pidana di baliknya.

​Hingga berita ini diturunkan, tim dokter forensik masih bekerja mengumpulkan data fisik dari jenazah. Hasil otopsi diharapkan dapat keluar dalam waktu dekat  (MJ) 
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top