--> - Realita Kini


Realitakini.com, Sawahlunto - Nominator penerima penghargaan Nasional Kalpataru, Riki Ekoni Saputra, didatangi tim verifikasi Kementrian Lingkungan Hidup, Ahmad Junaidi, Senin hingga Selasa,  (18 - 19/5). 

Kedatangan Ahmad Junaidi ini untuk melakukan verifikasi dan sinkronisasi secara langsung ke lapangan, terkait data yang telah diberikan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup kota Sawahlunto sebagai pihak yang mengusulkan Riki Ekoni menjadi calon penerima penghargaan nasional berupa Kalpataru kategori Perintis.

Pelaksanaan verifikasi itu diawali dengan diskusi di ruang pertemuan kantor PTBA, menghadirkan Calon penerima penghargaan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, PTBA, dan awak media serta dinas Kominfo.

Menurut Ahmad Junaidi, kedatangannya ke kota Sawahlunto ini untuk memastikan dan memverifikasi data yang ia terima, saat melakukan virtual zoom bersama Riki Ekoni beberapa waktu lalu.

"Dari apa yang disampaikan Riki Ekoni saat pemaparan, potensinya sangat luar biasa  meski masih ada beberapa yang harus diklarifikasi dan dilihat langsung ke lapangan," terang pria asal Bogor yang saat ini berdomisili di Jakarta Timur itu.

Selain itu, imbuh Ahmad Junaidi, kita juga akan menanyakan beberapa hal melalui Dinas Dinas terkait dan PTBA, serta akan menanyakan langsung ke mitra binaanya.

"Sebab, verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kelayakan sebagai calon penerima Kalpataru," sebutnya.

Menanggapi hal itu, Kepala   Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Lingkungan Hidup kota Sawahlunto, Maizir dalam paparannya mengatakan bahwa usulan Kalpataru diberikan pada masyarakat yang mampu mengelola lahan reklamasi menjadi bernilai ekonomis.

"Riki telah mengelola lahan bekas lokasi tambang batubara seluas 8,7 hektar untuk penghijauan dan peternakan,  dan juga pembuatan kompos serta pemanfaatan sumber air," terangnya.

Diungkapkan Maizir, banyak hal yang telah dilakukan oleh Riki, yang dilakukan secara pribadi sebelum akhirnya dibina oleh PTBA.

"Sudah cukup lama dinas LH mengamati apa yang dilakukan oleh Riki Ekoni. Dan di tahun ke 7 ini, kita usulkan sebagai calon penerima Kalpataru. Sebab, Riki Ekoni mampu mengelola lahan konservasi ini dengan sangat baik," ujarnya, didampingi Kabid LH Andri Mahaputra dan Hean Tomas.

Pengusulan Riki Ekoni, imbuh Maizir, karena memang sangat langka ada orang yang mau melakukan hal seperti ini. 

Menambahkan hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan,  
Heni Purwaningsih, mengatakan bahwa Riki Ekoni merupakan sosok berjiwa totalitas dalam melakukan pekerjaan.

"Riki mampu mengolah lahan tandus bekas tambang dengan Ph yang tinggi, dan mampu berkembang dengan berbagai macam tanaman. Otomatis ekosystemnya menjadi lebih baik," terangnya.

Bahkan, lanjut Henny, Riki juga mampu membuat jalur pengairan yang bahkan tak hanya untuk kebutuhan di lokasinya saja, tetapi berdampak ke lahan pertanian di sekitarnya dan pada lintas kecamatan. 

" Sehingga yang sebelumnya petani hanya bisa panen sekali dalam setahun, kini menjadi 2 kali panen dalam setahun," terangnya.

Sementara itu, Pejabat sementara manager PTBA, Alman Syarif, didampingi Sugiatno dan Markus mengungkapkan bahwa Riki sudah bekerja keras secara serius merubah dari lahan bekas tambang menjadi lahan yang subur, sehingga bisa menjadi edukasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Apalagi, sebut dia, Riki juga melibatkan sejumlah pensiunan PTBA, sehingga PTBA memberikan support agar bisa lebih berkembang, salahsatunya dengan program CSR.

"Dengan sudah berbuatnya Riki bagi warga Sawahlunto, tentu PTBA memberikn perhatian. Dan hal ini juga sudah menjadi percontohan, bahkan Riki sudah beberapa kali diundang menjadi narasumber di Sumatera Selatan," pungkasnya.

Usai melaksanakan diskusi, tim  verifikasi langsung menuju lokasi kegiatan Riki Ekoni di dusun Kayugadang desa Santur kecamatan Barangin.

Di lokasi ini, Ahmad Junaidi mengaku banyak hal diluar ekspektasi. Namun demikian, keputusan akhir untuk mendapatkan penghargaan kalpataru, ada di dewan penilai.

Di hari kedua, Ahmad junaidi melanjutkan verifikasinya menuju lokasi peternakan binaan Riki Ekoni, di kawasan area bekas pertambangan batu gunung, dusun Luhak Badai desa Sikabu kecamatan Lembah Segar, milik Armen. (ap)

 
Top