Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang masih secara intensif mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang infrastrukturnya rusak pascabanjir bandang pada November 2025 silam.
Penyaluran pasokan air bersih ini dilakukan nyaris setiap hari guna menjangkau berbagai wilayah yang masih mengalami krisis sumber air. Berdasarkan laporan data operasional per tanggal 6 Juni 2026, armada gabungan BPBD dan Damkar Kota Padang mencatat pendistribusian hingga 93.000 liter air bersih dalam satu hari.
Ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam melayani warga terdampak ben cana terus dibuktikan melalui aksi nyata yang berkelanjutanBantuan esensial tersebut dikerahkan meng gunakan lima unit armada tangki menuju sejumlah titik rawan , yang meliputi Kecamatan Kuranji, Pauh , Koto Tangah, hingga kawasan Hunian Sementara (Huntara) tempat bernaung para penyintas musibah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa pelayanan tiada henti ini merupakan wujud kehadiran pemerintah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masya rakat di masa transisi pemulihan.
"Meskipun bencana telah terjadi beberapa bulan yang lalu, namun masih ada sejumlah kawasan yang me ngalami kendala pasokan air bersih. Karena itu BPBD bersama Damkar Kota Padang tetap hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujar Hendri.
Lebih lanjut, Hendri memaparkan bahwa alur distribusi tidak dilakukan secara acak, melainkan berbasis pada laporan kebutuhan aktual warga serta hasil pemantauan harian oleh tim di lapangan. Pasukan gabungan terus bermanuver menyalurkan air langsung ke perumahan penduduk, area terdampak, hingga posko-posko Huntara.Keberhasilan operasi kemanusiaan jangka panjang ini juga tidak terlepas dari intervensi vital Perusaha an Umum Daerah Air Minum (Perumda AM/PDAM) Kota Padang selaku pemasok utama sumber air bersih.
"Alhamdulillah kita juga mendapatkan dukungan penuh dari PDAM Kota Padang sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terus kita salurkan, terutama di daerah yang mengalami kesulitan air," ujarnya mengapresiasi sinergi lintas instansi tersebut.
Sejak dimulainya fase tanggap darurat pertama pada November 2025 hingga masuk pada 6 Juni 2026, akumulasi volume air bersih yang telah didistribusikan kepada masyarakat Kota Padang telah mencapai angka sekitar 20.000.000 liter. Hendri berharap agar kerja sama yang erat antara BPBD, Damkar, PDAM, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat dapat terus terawat dengan baik.
"Pemko Padang akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Distribusi air bersih ini akan tetap dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan hingga seluruh warga yang terdampak dapat kembali menikmati layanan air bersih secara normal," tutup Hendri. (WRK)
