Bupati Pasaman Welly Suhery bersama jajaran Pemkab Pasaman berfoto bersama 61 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan mengikuti seleksi dan penempatan kerja ke Jepang, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan.
Realitakini.com--Pasaman
Untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing global, Pemerintah Kabupaten Pasaman berkomitmen terus membuka peluang bagi generasi muda untuk bekerja di luar- negeri dan kesempatan kerja bagi masyarakat dengan melepas 61 Calon Pekerja Migran Indonesia- (CPMI) yang akan mengikuti seleksi dan penempatan kerja ke Jepang.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga memberikan pe ngalaman kerja dan keterampilan internasional yang bermanfaat bagi masa depan para pekerja.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, mengatakan pelepasan CPMI tersebut merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Menurutnya, Pemkab Pasaman terus berupaya membuka akses lapangan kerja melalui berbagai pro gram, mulai dari pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peningkatan investasi daerah, hingga menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan dan perusahaan penyalur tenaga kerja.
“Pelepasan CPMI ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memberikan akses terhadap pekerjaan yang layak dan berkualitas bagi masya rakat Pasaman,” ujar Welly, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkab Pasaman juga telah menggelar job fair di GOR Tuanku Rao yang menghadirkan 21 perusahaan dan diikuti 1.581 pencari kerja. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan dunia usaha dan industri.
Dalam program penempatan kerja ke Jepang kali ini, sebanyak 10 orang difasilitasi melalui LPK AIFA Sumatera Barat untuk langsung mengikuti penempatan kerja melalui perusahaan penempatan tenaga kerja.
Selain itu, sebanyak 30 orang dari LPK Hoshi Hikari akan mengikuti seleksi program magang IM Japan . Sementara 21 peserta lainnya difasilitasi oleh PT Brexa dan telah dinyatakan lulus untuk me ngikuti pelatihan sebagai tahapan menuju penempatan kerja.
Bupati Welly berharap kesempatan bekerja di luar negeri dapat memberikan dampak positif bagi para peserta, baik dari sisi peningkatan kesejahteraan keluarga maupun pengembangan keterampilan dan pengalaman kerja internasional.
“Kita ingin anak-anak Pasaman tidak hanya memiliki keterampilan domestik dalam negeri, kita juga berharap anak-anak muda punya pengalaman keterampilan luar negeri,” katanya.
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus memperkuat fasilitasi dan pen dampingan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri secara prosedural, aman, dan sesuai ke tentuan yang berlaku.
Kepada para CPMI yang akan mengikuti seleksi dan penempatan kerja di Jepang, Welly berpesan agar menjaga nama baik daerah dan Indonesia, bekerja dengan disiplin, serta menunjukkan kemampuan ter baik selama berada di negara tujuan.
“Jaga nama baik Pasaman dan Indonesia. Tunjukkan etos kerja yang baik, patuhi aturan yang berlaku, dan manfaatkan kesempatan ini untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya. (Nurman)
