![]() |
| Indonesia dan Jerman memperkuat kemitraan strategis melalui pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Frank-Walter Steinmeier di Jakarta.(ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym). |
Realitakini.com -- Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar jamuan kenegaraan untuk Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, bersama Ibu Negara Jerman, Elke Büdenbender, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Prabowo menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral yang telah terjalin antara Indonesia dan Jerman selama 74 tahun. Menurutnya, Jerman memiliki posisi strategis bagi Indonesia dan menjadi salah satu mitra penting di kawasan Eropa.
"Saya menghargai perbincangan yang hangat, terbuka, dan produktif yang telah kita lakukan pada hari ini. Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia. Selama 74 tahun, hubungan diplomatik kita telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kita, menjadikan Jerman sebagai salah satu mitra penting di Eropa," ujar Prabowo, dikutip dari detiknews Selasa (16/6/2026).
Prabowo juga memuji Jerman sebagai negara yang konsisten menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan Indonesia, khususnya dalam bidang inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan terhadap aturan dan institusi.
Menurutnya, banyak warga Indonesia yang menempuh pendidikan dan pelatihan di Jerman, termasuk Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang memiliki pengalaman panjang belajar dan bekerja di negara tersebut.
"Jerman secara konsisten menjadi sumber inspirasi melalui inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan yang kuat terhadap aturan dan institusi. Banyak warga Indonesia telah belajar dan memperoleh pelatihan di Jerman.
Presiden ketiga Indonesia juga memiliki pengalaman panjang menempuh pendidikan dan bekerja di Jerman," katanya.Selain menyinggung sosok BJ Habibie, Prabowo turut mengenang pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki Jerman.
"Saya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Saya berharap kunjungan Anda dapat semakin memperkuat kerja sama kita, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini," tuturnya.
Prabowo juga menyoroti peran penting Jerman dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional, termasuk melalui lingkungan akademik bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka.
"Oleh karena itu, meskipun kedua negara akan segera merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, akar hubungan kita sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka," ujarnya.
Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Steinmeier ke Indonesia. Ia berharap hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara dapat terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Jerman.
"Saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Büdenbender senantiasa sehat dan sukses, serta rakyat Indonesia dan Jerman terus sejahtera dan bersahabat," tutup Prabowo.(*)
