Follow Us

header ads

Seorang Gadis Pelajar SMK,Di Toraja Utara Mengakhiri Hidupnya Dengan cara Gantung Diri

Illustrasi


RealitaKini.Com,SulSel.Dalam waktu satu pekan,terjadi kasus bunuh di wilayah Kabupaten Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.Dan menambah dalam daftar kasus Bunuh diri di dua wilayah tetangga tersebut.


Kejadian gantung diri di dua kabupaten tetangga,dalam awal tahun 2021.menggegerkan masyarakat sekitar.


Perlu diketahui kejadian gantung diri,warga Dusun Buttu lembang,Desa Buttu lembang,Kecamatan Bittuang,Kabupaten Tana Toraja,RB (21) ditemukan tewas gantung diri,di dalam kamarnya,Minggu,10/1/2021.


Illustrasi


Kejadian serupa terjadi wilayah kabupaten Toraja utara,seorang gadis berinisial DT, melakukan hal yang sama dilakukan RB,Warga Desa Buttu,Kecamatan Bittuang beberapa waktu lalu.


Entah apa yang terjadi, Danti (18 tahun) pelajar SMK Pelangi Makale, nekad melakukan aksi bunuh diri. Padahal pagi itu, Rabu (13/1), ia sudah menuju ke sekolah namun kembali lagi kerumahnya.


Gadis belia yang tinggal di Dusun Sangpolo, Lembang Batu Lotong, Kecamatan Awan Rante Karua, Toraja Utara, saat itu pamit kepada ibunya MT (45 tahun) untuk berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor.


Namun beberapa saat kemudian ia kembali dan langsung naik keatas rumah. Ibunya yang berada dibawah menunggu namun ia tak kunjung turun. Ibunya pun langsung naik keatas rumah dan memanggilnya. Namun korban tak menjawab sementara pintu kamarnya tertutup.


Ibunya pun berusaha membuka pintu kamar korban dengan memanjat jendela dekat pintu kamar korban. Saat pintu terbuka ia melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di depan pintu kamarnya. Ia pun menangis histeris membuat kakak korban RE (26 tahun) langsung naik keatas rumah.


RE bersama ibunya mencoba menurunkan korban yang masih tergantung. RE kemudian memanggil adiknya yang bernama Tira untuk mengambil pisau untuk memotong dasi sekolah yang digunakan korban gantung diri.


Mendengar kejadian itu, Bhabinkamtibmas Polsek Rindingallo, Bripka Amos Tonapa, bersama dengan Ps. Kanit Reskrim Bripka Obaya Kadang langsung mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.


Dari keterangan yang diperoleh dari keluarga disebutkan jika korban adalah sosok yang pendiam dan suka menyendiri. Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. Keluarga menerima dengan ikhlas kematian korban yang murni karena gantung diri.


Sejauh ini belum diketahui apa yang menjadi motif sehingga korban nekat melakukan aksi bunuh diri.(RKSulSel)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat Datang di Website www.realitakini.com, Semoga Anda Puas, Silahkan coment dan share...Tertanda Pemred: Cimrawati SI.Kom