Raden Hutomo: Dalam Pengecekan Akuratnya Data Dibutuhkan Kolabirasi Dan Koordinasi Dengan Banyak Pihak

 Realitakini.com- Padang
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar, Suryadi Eviontri  telah mebuka bimtek kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengkajian dan Perhitungan Pascabencana (Jitu Pasna) tahun 2021. Senin (6/9/2021)  di Gren Basko Hotel di Padang acara dilanjutka oleh  salah seorang tutor Bimtek Jitu Pasna, yang datang dari Jakarta yang benama  Raden Hutomo tangga( 8/9/2021) dengan  Materi Pelatihan :
  1. Dasarhukum
  2. Penghitungan Kebutuhan
  3. Penyusunan Rencana Aksi Pasca Bencana
  4. Presentasi Rencana Aksi Pasca Bencana

Raden Hutomo menerangkan, “selain meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah, Bimtek Jitu Pasna ini juga untuk mendapatkan data yang akurat usai bencana. Salah satunya untuk me minimalisir kerawanan kepentingan pihak di balik bencana. "Data pascabencana ini sangat rawan beragam kepentingan. Makanya banyak pejabat yang diborgol pascabencana ini, karena menyelewengkan data dan jumlah bantuan," sebut Raden Hutomo

Dengan alasan itu, kata, Raden Hutomo data pascabencana harus cepat, tepat, dan akurat. Salah satu untuk mengetahuinya dengan Bimtek Jitu Pasna ini. Apabila semakin lama datanya disusun, maka bantuan juga semakin lama sampai kepada korban bencana. Lalu, lamanya waktu juga sangat rawan kepentingan berbagai pihak.

Selain itu, pentingnya Bimtek Jitu pasna ini, sebab selama ini banyak aspek kerusakan yang tidak atau lambat terdata usai terjadinya bencana. Misalnya, fasilitas sekolah, fasilitas kesehatan, dari bangunan hingga isi rumah, bahkan kerugian non-fisik seperti terjadinya pengangguran dan lainnya akibat bencana.

"Kita tidak menginginkan bencana terjadi, namun tetap siaga dan bersiap-siap jika terjadinya. Lalu disamping itu, kita juga tidak mau ada bencana baru pascabencana," ujarnya.Raden Hutomo menambahkan, kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk mengukur ketepatan data kerusak an dan kerugian akibat bencana. Tentu ini juga untuk menghindari manipulasi dan penyimpangan data, sehingga data yang didapatkan benar-benar akurat.

Kendati begitu, dalam pengecekan akuratnya data dibutuhkan kolabirasi dan koordinasi dengan banyak pihak. Mulai keterlibatan masyarakat, perangkat desa, pihak instansi seperti BPBD di kabupaten dan kota. Maka sangat perlu SDM yang benar-benar bisa memahami atau menguasai cara kerja Jitu Pasna ini.Raden Hutomo juga mengatakan pembuatan hitungan cepat ini ada dassar hukumnya,”katanya.

"Terobosan program Jitu Pasna dilalukan oleh BPBD Sumbar ini sangat bagus, sebab bisa langsung menyiapkan SDM hingga ke nagari. Kita harapkan, dengan Jitu Pasna ini data kerusakan dan kerugian pascabencana lebih akurat," ujarnya9*wRK)

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama