Dewan Himbau Pemkot Blitar Supaya DBHCHT Dazpat Ditingkatkan Dengan Masifkan Gempur Rokok Ilegal

Realitakini com -Blitar.
Perolehan transfer cukai tembakau bisa terus meningkat jika didukung sejumlah faktor, yaitu dengan meningkatkan produksi tanaman Tembakau, dan lebih meningkatkan pemberantasan rokok ilegal semakin gencar dan masif di suatu daerah.

Maka dari itu, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Agus Zunaidi mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk meningkatkan hasil tembakau dengan memperluas area dan penegakan hukum  yang signifikan.

"Jadi, kota Blitar ini lahan pertanian tembakaunya sangat terbatas. Terus tenaga kerja relatif mahal, maka dari itu kita mendorong Pemkot Blitar agar anggaran DBHCHT dialokasikan ke para petani tembakau supaya hasil tembakaunya meningkat lagi, meski tahun ini ada penurunan. Harapannya, kesejahteraan petani tembakau meningkat," ujarnya, Sabtu (27/11/2021).

Menurut Agus, dengan memberikan bantuan alat-alat semi otomatis, modern seperti bedeng, multifaktor, maka hal ini bisa mendorong pertanian di kota Blitar menjadi lebih maju dan berpenghasilan.

"Kalau kita mengandalkan hasil palawija saja, pasti hasilnya tidak maksimal. Artinya kita kalah dengan daerah lain yang tenaganya lebih murah dan lahan pertaniannya lebih luas," ungkapnya. 

Selain itu, Agus Zunaidi menyarankan kepada Pemkot Blitar untuk dapat memfasilitasi para petani tembakau bermitra dengan pabrik-pabrik rokok, baik skala kecil maupun besar. 

"Harapannya, dengan hasil tawar yang mengikat para petani tidak akan merugi. Dengan sistim kontrak hasilnya bisa cukup besar, sehingga kesejahteraan para petani tembakau meningkat," tandasnya.

Kata dia lagi, pendapatan dari dana Cukai ini masih memungkinkan meningkat jika peredaran tembakau atau rokok ilegal bisa ditekan. salah satu cara preventifnya bisa melalui sosialisasi, penyuluhan, dan edukasi kepada pengusaha barang kena cukai, pedagang eceran dan masyarakat.

"Dari sisi penegakan hukum pun harus ditingkatkan dengan gencar mensosialisasikan larangan edar rokok ilegal, baik memproduksi maupun menjual. Pasalnya, peredaran rokok ilegal bukan hanya menyelamatkan pemasukan negara, tetapi juga menciptakan iklim usaha yang sehat," pungkas Agus.(kmf/edy)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama