Ziarah ke Pendiri Batam, LaNyalla Ingatkan Jasa Para Pejuang

Realitakini.com -- Jakarta
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, melanjutkan kunjungan kerjanya di Provinsi Kepulauan Riau dengan mengunjungi Kota Batam, Rabu (3/11/2021). LaNyalla pun sempat berziarah ke Komplek Makam Nong Isa, yang dikenal sebagai pendiri Kota Batam. 

Menurut LaNyalla, jasa-jasa pejuang atau orang yang telah berjasa besar bagi pembangunan bangsa, seperti Nong Isa, harus dihormati.

"Dengan berziarah kita bisa belajar mengenai perjuangan para pendiri bangsa. Kita harus  mengingat dan melihat apa yang telah dilakukan para pendahulu. Sekaligus kita mengajarkan kepada anak cucu kita bagaimana mereka meletakkan tonggak pemerintahan di Batam," jelasnya.

Nong Isa bernama asli Raja Isa bin Raja Ali. Ia adalah penguasa pertama di Pulau Batam. Awalnya, Nong Isa memperoleh amanat dari Sultan Riau yakni Sultan Abdul Rahman Muazam Syah I dan yang dipertuan Muda VI Raja Jaffar untuk memerintah di kawasan Nongsa dan sekitarnya. 

Amanat tersebut dikeluarkan kepada Nong Isa pada 22 Jumadil Akhir 1245 Hijriah atau 18 Desember 1829. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Batam.

Menurut Zam Bahari, zuriat Nong Isa, Nong Isa sendiri tidak dimakamkan di kompleks tersebut.

"Sampai saat ini zuriat masih mencari dimana lokasi tepatnya beliau dimakamkan. Jadi yang ada di sini adalah anak-anak keturunan Nong Isa. Salah satu anaknya adalah Raja Yaqub," kata Zam Bahari.

Kompleks Makam Nong Isa ada di atas bukit kecil di kawasan Kampung Nongsa Pantai, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Pada nisan di makam-makam tersebut ditutup dengan kain berwarna kuning.

Dalam ziarah tersebut LaNyalla didampingi senator Fachrul Razi (Aceh), Bustami Zainudin dan Ahmad Bastian (Lampung), Eni Sumarni (Jawa Barat), Andi Muh Ihsan (Sulawesi Selatan), Habib Abdurahman Bahasyim (Kalimantan Selatan), Edwin Pratama Putra (Riau) dan senator Kepulauan Riau yakni Richard H Pasaribu dan Ria Saptarika.
(Nurman/A.S)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama