Pemko Padang Panjang Gelar Rapat Tanggap Bencana

Realitakini.com- Padang Panjang
Sikapi berbagai bencana yang terjadi, Pemko lakukan rapat tanggap bencana, Rabu (2/3) di Hall Lantai III Balai Kota Padang Panjang.

Rapat tersebut dipimpin Sekdako, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si didampingi Kepala BPBD Kesbangpol , I Putu Venda, S.STP, M.Si, Kepala Pol PP Damkar, Drs. M. Alber  Dwitra, M.Si, Kepala Perkim LH, Alvi Sena, MT, Kepala PUPR, Welda Yusar, MT, Kepala DSPPKBPPPA, Drs. Osman Bin Nur, M.Si serta diikuti perwakilan OPD, camat, lurah, potensi SAR, Orari dan kelompok siaga bencana lainnya.

Sonny meminta harus ada koordinasi yang baik, mulai dari OPD, camat, lurah hingga masyarakat untuk melakukan tanggap cepat bencana. Tidak hanya bencana banjir, tapi juga bencana alam lainnya yang bisa terjadi setiap waktu tanpa pernah diprediksi.

"Harus ada aksi tanggap cepat, baik dari OPD, camat dan lurah. Juga tanggap cepat langsung dari masyarakat melalui kelurahan. Ini supaya saat terjadi bencana, tidak harus menunggu lagi. Jadi bisa langsung bergerak ke lokasi bencana," sebutnya.

Selain itu, dalam hal tanggap bencana ini, Sonny meminta optimalisasi layanan 112 agar bisa menjadi sarana komunikasi untuk menanggapi bencana. Pemko juga bekerja sama dengan ORARI agar bisa membantu menampung dan memberi informasi terkait bencana.

Sementara itu, terkait banjir, ia juga menginstruksikan kepada Dinas Perkim LH dan Dinas PUPR untuk meninjau kembali sumber penyebab bencana banjir yang terjadi di Padang Panjang.Dalam rapat ini, juga membahas solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang yang nantinya akan dilakukan pemko, baik dari tinggat OPD sampai tingkat kelurahan.

"Untuk solusi jangka pendek, bisa kita lakukan dari sisa anggaran, dana DPA, atau pergeseran anggar an. Jangka panjang mungkin memakan waktu lama dan anggaran besar. Nanti akan kita upayakan di penganggaran berikutnya," sebut Sonny.

Dikatakannya lagi, Pemko juga akan melakukan gotong royong dibantu dengan siswa baru Secata B. Sonny juga berpesan agar di tingkat kelurahan bisa mendorong dan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan. Seperti kegiatan membersihkan kembali saluran air, dan gorong-gorong untuk mengurangi risiko terjadinya banjir. (*Dm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama