Endro Hermono Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Pertanian Di Blitar

Realitakini.com- Kota  Blitar.
Anggota DPR RI, Endro Hermono gelar Kegiatan Bimtek Petani dan Penyuluh, kerjasama dengan Kementerian Pertanian.Senin (05/12/2022)

Bimtek berlangsung di salah satu hotel di Kota Blitar dengan menghadirkan Ketua Senat Polbangtan Malang Suhirmanto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Wawan Widianto,sedangkan peserta adalah Penyuluh Pertanian di Kabupaten Blitar.Endro Hermono sampaikan, bimbingan tekhnis di laksana kan guna melakukan peningkatan terhadap tebu. Karena kata Endro dari data tentang impor gula selalu naik. Baik untuk industri maupun konsumsi.

“Ternyata kita tarik lagi kebelakang, jumlah penduduk meningkat. Setiap tahun, satu negara harus kita hidupi, 5 juta ini mau tidak mau kita sebagai pendukung petani khususnya, Dinas pertanian, kementeri an pertanian, dan Komisi IV itu selalu ada di belakang petani. ” ujar Endro Hermono.

Sehingga, kata Endro swasembada Pangan bisa terpenuhi, oleh sebab itu Komisi IV mendorong agar ada anggaran dari pusat.

“Karena semua tidak mungkin terlaksana apabila anggarannya kurang, mustahil bisa swasembada pangan kalau anggarannya minim. Harapan kita bisa swasembada beras dan kedaulatan pangan, walau pun ketika terjadi force majeure kita juga impor tidak jadi masalah agar masyarakat kita tidak kelaparan Tetapi ketika kita hasilnya baik, dan produksinya baik, kenapa harus impor,” pungkas Endro Hermono.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Wawan Widianto jelaskan perkembangan tebu di Kabupaten Blitar sudah sangat luar biasa, namun masih bersifat mandiri. Program kementan di Kabupaten Blitar sudah sangat banyak, mulai dari BPPSDMP dan Dirjen Perkebunan Kementan.

“Adanya perhatian dari Komisi IV DPR RI harus jadi semangat yang tinggi bagi petani tebu yang ada di Kabupaten Blitar. Terkait terkendala masalah pupuk, mulai dari harga yang mahal dan kelangkaan. Sehingga petani harus mampu beradaptasi dengan hal tersebut. Salah satunya bisa dengan pengembang an pupuk organic maupun pestisida nabati,” beber Wawan.

Ketua Senat Polbangtan Malang, Suhirmanto katakan bahwa sekarang mindset petani masih dianggap kaum menengah ke bawah. Padahal petani memegang peran sentral pemenuhan pangan bangsa Indonesia.

“Kalau kita melihat jumlah penduduk Indonesia sekarang ini 270 juta jiwa, dan yang berprofesi sebagai petani hanya 33% dari total penduduk tersebut. Pada masa revolusi hijau era Suharto, lanjut dia, jumlah petani di Indonesia sekitar 70% dari total 125 juta jiwa penduduk Indonesia,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, adanya kegiatan Bimtek peningkatan kapasitas petani dan penyuluh ini menjadi cikal bakal perbaikan pertanian Indonesia. Bimtek terlaksana karena adanya usulan dari Komisi IV DPR RI.

“Kalau berbicara berdaulat pangan maka kita harus mampu melakukan produksi secara mandiri dan sustainable,” ujarnya.(edy)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama