Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Padang Panjang pun melonjak dari 78,5 pada 2023 menjadi 84,7 pada 2025. Hal ini menjadi indikator keberhasilan kolaborasi antara Pemko, Kemenag, dan seluruh elemen masyarakat.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh pihak yang telah bekerja keras. Penyuluh agama memiliki peran vital dalam membangun masyarakat yang harmonis, moderat, dan religius,” ujar Hendri Arnis usai menerima penghargaan tersebut.
Penghargaan kedua diraih pada Baznas Awards 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (28/8). Hendri Arnis dinobatkan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.
Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyerahkan langsung penghargaan tersebut. Padang Panjang dinilai berhasil menerapkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan umat.
Dalam ajang yang sama, Baznas Kota Padang Panjang meraih dua penghargaan tambahan: kategori Pelaporan Terbaik dan Program Z-Mart Terbaik. Dengan demikian, Padang Panjang memboyong tiga penghargaan sekaligus di tingkat nasional.
“Zakat adalah instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan sosial. Penghargaan ini akan menjadi pemicu semangat kami dalam memperluas manfaat zakat dan memberdayakan masyarakat,” tegas Hendri Arnis.
Ketua Baznas Padang Panjang, Syamsuarni, menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi pemerintah, Baznas, dan masyarakat. Program Z-Mart terbukti berhasil memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mandiri, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik melalui pelaporan yang transparan.
Penghargaan ketiga diberikan dalam acara Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2025 yang digelar di Hotel Rocky Plaza, Padang, Jumat (29/8). Wali Kota Hendri Arnis menerima penghargaan dari Kemenag RI atas dedikasi dan dukungan Pemko dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.
Penghargaan tersebut diserahkan secara virtual oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Hilman Latief, dan diterima oleh Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako, Martoni, mewakili Wali Kota.
Hilman Latief mengapresiasi kontribusi Pemko Padang Panjang yang secara konsisten mendukung penyelenggaraan haji, baik dari sisi koordinasi lintas sektor maupun pelayanan jamaah. “Koordinasi menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan haji. Padang Panjang telah menunjukkan komitmen tinggi di bidang ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setdaprov, Al Amin, menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan. “Kita ingin tahun depan lebih baik. Pelayanan dari keberangkatan hingga pemulangan jamaah harus lebih optimal,” ungkapnya.
Dengan diraihnya tiga penghargaan bergengsi ini, Padang Panjang membuktikan diri sebagai kota kecil yang memiliki komitmen besar dalam pelayanan keagamaan, penguatan zakat, dan penyelenggaraan haji yang berkualitas.
Pemerintah Kota Padang Panjang berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak dalam membangun masyarakat religius, harmonis, dan berdaya saing tinggi.
“Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus berkarya bagi Padang Panjang dan Indonesia,” tutup Hendri Arnis. (Heri)


