Kementerian Sosial terus mempercepat proses penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2025, termasuk di Kabupaten Pasaman. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengalihan metode pencairan bansos dari Kantor Pos ke sistem baru menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pada tahun 2025 ini, dua program utama yang berjalan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasaman, Dedi, menyampaikan bahwa pada triwulan pertama Januari–Maret 2025, penyaluran PKH masih dilakukan melalui Kantor Pos dengan jumlah penerima mencapai 25.805 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Memasuki triwulan kedua, April–Juni 2025, penyaluran dialihkan ke bank penyalur, yakni Bank Mandiri, dengan jumlah penerima meningkat menjadi 27.560 KPM,” ujar Dedi, Kamis (25/9/2025).
Sementara pada triwulan ketiga, lanjut Dedi, jumlah penerima kembali menyesuaikan menjadi 27.256 KPM. Perubahan mekanisme ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat serta mempermudah akses masyarakat terhadap bantuan sosial.
Menurutnya, langkah pengalihan pencairan dari Kantor Pos ke KKS ini bertujuan memberikan kemudahan bagi KPM untuk melakukan pencairan secara fleksibel melalui bank Himbara untuk Kabupaten Pasaman Bank Mandiri yang telah ditunjuk pemerintah.
“Untuk Kabupaten Pasaman, Bank Mandiri sudah mulai mencairkan bansos PKH dan BPNT menerima bantuan di Kantor Pos, kini diarahkan untuk menggunakan kartu KKS,” jelasnya.
Selain itu, Dedi menambahkan bahwa proses penyaluran bansos berbasis sistem juga lebih transparan. Pengecekan data penerima dilakukan melalui platform SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) sebagai salah satu rujukan utama.
Ia berharap, perubahan sistem penyaluran ini tidak hanya mempercepat proses pencairan, tetapi juga memastikan agar bantuan tepat sasaran sesuai data penerima yang valid. (Nurman)
