Menurut Mulyadi, tidak dilibatkannya Pickleball dalam agenda resmi tersebut merupakan kesalahan besar dan mencederai marwah organisasi. Ia menegaskan bahwa Pickleball adalah bagian sah dari KONI Pasaman.
" Mengapa kami tidak diundang,kami mempunyai hak untuk hadir dalam acara seperti ini, karena kami bagian dari organisasi KONI Pasaman, "ujarnya dengan nada kecewa kepada Realitakini.com, Senin (8/12/2025).
Kekecewaan tersebut semakin menguat karena, menurutnya, Cabang Pickleball selama ini telah melengkapi seluruh administrasi dan telah ditetapkan secara resmi sebagai anggota KONI Pasaman.
"Kami bukanlah cabang olahraga odong -odong di Pasaman. Kami sudah berkontribusi mengharumkan nama Kabupaten Pasaman di Sumatera Barat, dengan meraih juara III ganda pada Kejurda antar pelajar se Sumatera Barat di GOR Bermawi Bukittinggi 27 - 28 September yang lalu.selain itu Cabor Pickleball telah mengikuti pelatihan pelatih dan wasit," ungkapnya.
Lebih jauh, Mulyadi mengecam keputusan yang diambil oleh carateker KONI Pasaman. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mencoba menyurati carateker, namun surat tersebut tidak diterima. Selain itu, surat keberatan resmi juga telah dikirimkan kepada KONI Provinsi Sumatera Barat.
"Keputusan carateker sudah sangat fatal, kami sudah menyurati carateker KONI Pasaman dengan tembusan KONI Provinsi Sumatera Barat tentang tidak di undangannya dalam Rakorsi , tetapi surat tersebut tidak diterimanya dengan alasan, ini bukan urusan saya," pungkasnya. (Nurman)
