--> Bupati Eka Putra Pastikan 66 Unit Huntara di Tanah Datar Siap Huni dan Berfasilitas Lengkap - Realita Kini


Realitakini.com TANAH DATAR
 – Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menunjukkan komitmen nyata dalam memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

​Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas, secara resmi meresmikan 1.300 unit Hunian Sementara (Huntara) Danantara serta menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) secara simbolis pada Kamis (05/2/2026).

​Acara berpusat di Lapangan Bola Simarpinggang, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan diikuti secara daring oleh jajaran pemerintah daerah terdampak, termasuk Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dari Kantor Camat Batipuh Selatan.

​Skala Kerusakan dan Respon Nasional
​Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan dampak masif bencana hidrometeorologi yang menerjang 52 kabupaten/kota di tiga provinsi: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Tercatat sebanyak 88.930 rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, selain kerusakan pada infrastruktur vital dan lahan pertanian. 

​"Bapak Presiden telah menggerakkan seluruh kekuatan negara—Polri, TNI, BNPB, Basarnas, hingga kementerian terkait—untuk turun langsung. Ini adalah motivasi nasional agar daerah terdampak segera bangkit," tegas Tito.

​Hingga saat ini, progres pemulihan menunjukkan hasil positif:
​27 daerah sudah kembali normal.
​15 daerah mendekati normal.
​10 daerah masih dalam atensi khusus (termasuk Agam dan Padang Pariaman).
​Skema Bantuan Stimulan untuk Warga
​Pemerintah melalui BNPB telah menetapkan rincian bantuan stimulan untuk perbaikan rumah sebagai berikut:
​Rusak Berat: Rp60.000.000
​Rusak Sedang: Rp30.000.000
​Rusak Ringan: Rp15.000.000

​Bagi warga yang tidak menempati Huntara, pemerintah menyediakan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. Tak hanya itu, bantuan tambahan berupa perabotan rumah tangga (Rp3 juta), stimulan ekonomi (Rp3 juta), serta uang lauk pauk (Rp15 ribu/orang/hari) juga disalurkan.

​Mendagri memberikan peringatan keras kepada kepala daerah agar proses verifikasi data dilakukan secara akurat. "Jika data tidak disampaikan atau tidak riil, akan kami tinggalkan. Kami anggap daerah tersebut mampu menangani sendiri," ujarnya lugas.

​Kondisi Terkini di Tanah Datar
​Bupati Tanah Datar, Eka Putra, S.E., M.M., yang mengikuti peresmian bersama Sekretaris Utama BNPB Dr. apt. Rustian, melaporkan bahwa progres pembangunan Huntara di wilayahnya berjalan hampir tuntas.

​"Dari total 66 unit Huntara di Tanah Datar, 62 unit sudah selesai 100%, sementara 4 unit lainnya sudah mencapai progres 80%. Kami pastikan hunian ini layak karena sudah dilengkapi kasur, kompor, rice cooker, listrik, hingga akses air bersih," jelas Eka Putra.

​Terkait bantuan stimulan ekonomi dan perabotan, Bupati Eka menegaskan bahwa seluruh usulan telah dikirimkan ke pusat sejak dua minggu lalu.

​"Masyarakat mohon bersabar, semua sudah kami usulkan sesuai petunjuk teknis (juknis). Saat ini tinggal menunggu proses pencairan dari kementerian terkait. Saya juga mengimbau warga yang menempati Huntara agar merawat fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya," tutupnya.(**) 

Mailis J
 
Top