Realitakini.com-- Pasaman
Bupati Pasaman, Welly Suhery, melantik dan mengukuhkan sebanyak 120 pejabat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman, di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Senin (2/3/2025).
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Pasaman Nomor 821.24/5/BKPSDM—2026 tertanggal 26 Februari 2026, dan Keputusan Bupati Pasaman Nomor: 821.24/5/BKPSDM - 2026 tertanggal 26 Febuari 2026. Para pejabat yang dilantik terdiri dari berbagai jenjang jabatan strategis di pemerintahan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar rotasi atau pergantian personel, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab dan kinerja nyata.
“Pelantikan ini bukan hanya seremoni. Ini adalah amanah besar yang harus dijawab dengan kerja konkret dan terukur. Masyarakat menunggu bukti, bukan sekadar administrasi,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya setiap pejabat menghadirkan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, birokrasi tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif tanpa hasil nyata.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya integritas dan etika kepemimpinan. Ia meminta seluruh pejabat menjaga kejujuran dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Saya minta integritas dijaga tanpa kompromi. Jangan ada ruang bagi penyimpangan. Jabatan ini adalah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat dan Tuhan,” ujarnya.
Welly juga mengingatkan agar ego sektoral antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dihilangkan demi terwujudnya kolaborasi dan sinergi pembangunan. Seluruh kebijakan di masing-masing instansi, lanjutnya, harus selaras dengan 10 Program Unggulan Kabupaten Pasaman sebagai arah pembangunan daerah.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Bupati Welly Suhery turut memaparkan kondisi fiskal daerah yang saat ini berada dalam keterbatasan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik.
“Kondisi fiskal kita memang terbatas. Tetapi itu bukan alasan untuk bekerja ala kadarnya. Justru di tengah keterbatasan inilah dibutuhkan kreativitas dan inovasi,” katanya.
Ia mendorong para pejabat untuk lebih proaktif dan berani melakukan terobosan, termasuk dengan strategi “jemput bola” ke pemerintah pusat guna memperoleh dukungan program dan pendanaan.
Bupati menegaskan bahwa seluruh jabatan akan dievaluasi secara berkala berdasarkan kinerja yang objektif dan terukur. Ia juga menekankan pentingnya loyalitas terhadap visi pembangunan daerah “Pasaman Bangkit”, sebagai komitmen bersama dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Kabupaten Pasaman. (Nurman).
